Monday, 3 April 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Puluhan warga Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir menutup (portal) akses jalan perusahaan tambang batu- bara PT.Anugerah Alam Andalas (AAA) yang beroperasi diwilayah itu, Jumat (31/03/2017).

Hendri, salah seorang warga yang ikut melakukan aksi spontan penutupan akses jalan PT.AAA mengatakan, penutupan akses jalan dengan cara memasang pagar itu dilakukan oleh warga yang mayoritas petani pengguna jalan Akong (Nama jalan tersebut).

"Aksi ini merupakan luapan kekecewaan warga kepada pihak perusahaan yang belum juga melakukan pengerasan hingga kini, padahal PT.AAA sudah melakukan usahanya sejak lama," ujarnya pada PORTALTEBO.com, Senin (3/4/2017).

Lanjutnya, bukan hanya akses jalan dari stockpile PT.AAA yang diportal, warga juga memportal akses jalan perusahaan tambang lainnya seperti akses jalan PT Kurnia Muamalah Energi (KME) dan PT.Winer.

"Jangan coba- coba pagar (portal,red) itu dibuka sebelum tuntutan kami dipenuhi, "kata dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, apabila lima perusahaan besar tidak melakukan perkerasan jalan Akong yang merupakan jalan milik masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir sampai batas waktu yang sudah ditentukan yakni 30 April 2017, maka kendaraan angkutan milik perusahaan tersebut dilarang melintas. Hal ini diungkapkan oleh Himawan Susanto, Camat Tebo Ilir beberapa waktu lalu.

"Itu merupakan hasil kesepakatan antara lima perusahaan besar pengguna jalan Akong dengan tim perbaikan jalan akong yang diketuai oleh M. Nur," ujarnya.

Dijelaskan camat bahwa lima perusahaan itu adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit Gultom, PT.PAH, Dan perusahaan pertambangan batu bara PT.AAA, PT.KME serta PT.WPS.

Lanjutnya, ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya keluhan warga masyarakat terkait rusaknya jalan akong, baik dimusim hujan maupun debu dimusim panas.

"Penderitaan itu bukan hanya dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di RT.17 simpang semangko, tapi juga pemilik kebun yang pada umumnya adalaha warga kelurahan sungai bengkal," tambah Camat.

"Misalnya musim kemarau seperti sekarang, debu jalan sangat tebal. Kendati ada perusahaan yang memiliki truck tengki air, jalan yang belum dibatu tersebut tetap tidak bisa disiram secara maksimal  karena dikwatirkan jalannya bonyok apabila disiram air," katanya.

Dia juga mengatakan sejumlah perusahaan akan melaksanakan pengerasan jalan akong sepanjang kurang lebih 5 KM dengan menggunakan batu elektrik dan masing perusahaan dibebankan pengerasan jalan sepanjang 1 KM.

"Itu merupakan kesepakatan yang dibuat bersama, hendaknya jangan ada yang mengingkarinya. Silahkan saja perusahaan mengambil keuntungan tapi tolong perhatikan masyarakat disekitarnya. Selain untuk kepentingan perusahaan juga, dengan melakukan perkerasan jalan tersebut berarti pihak perusahaan secara tidak langsung sudah membantu mengangkat ekonomi masyarakat," pungkasnya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement