Friday, 21 April 2017

author photo
PORTALTEBO.com – Rifaldo (5) warga Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, penderita penyakit tumor ganas akhirnya meninggal dunia. Rifaldo menghembuskan napas terakhirnya Jumat (21/4/2017), sekitar pukul 09.00 Wib.

"Sekitar jam 9 pagi tadi meninggalnya," kata Mashuri warga sekitar.

Mashuri yang juga mantan Kepala Desa Teluk Langkap ini menjelaskan, Rifaldo menderita tumor ganas sejak beberapa bulan yang lalu. "Rencana hari ini juga, habis Jumatan dimakamkan di TPU desa, "kata Mashuri.

"Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan tabah dan diberi kesabaran. Pada Rifaldo, kami doakan semoga ditempatkan ditempat yang mulia disisiNya, "doa Ketua DPD Partai Perindo Tebo ini.

Meninggalnya Rifaldo juga diunggah oleh akun facebook Andie Sapri. Akun yang pertama kali mengupload Rifaldo ini menulis "Innalillahiwainailahirojiun tlah perpulang krah matullah adk kmi rivaldo atau dipnggil adek Yi ank yng mngidap pnyakit tumor ganas tempo hr.kmi mwkili kluarga mngucapkan trima ksih kpada bpk/i paradermawan yng tlah mnyumbng riskinya untk mmbntu adek kmi ini.
 Smga Kluarga yng dtngalkan dbri ktbhan,ksbaran.dan adk ini dtmpatkan yng pling mulia disisi ALLAH.(surga).
Amin...." tulis akun Andie Sapri.

Diketahui, Rifaldo bocah 5 tahun yang menderita tumor ganas sejak beberapa bulan yang lalu, saaat ini harus hanya bisa pasarah dan mendekam di rumah saja  karena kekurangan biaya untuk mengomatinya.

Warga Desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo yang orang tuanya hanya seorang petani tersebut sebelumnya pernah di bawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang namun tidak bisa mendapatkan poengonbatan. Hal tersebut dikarenakan pasien BPJS ini tidak mempunyai uang pendaftaran yang diwajibkan oleh rumah sakit

Ibunda Rifaldo, Lismiyati mengatakan bahwa Pasien juga pernah dibawa ke RSUD STS Tebo dan dilakukan operasi sebanyak 2 kali namun tak kunjung sembuh. Karena tak kunjung sembuh, akhirnya rifaldo dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Namun dikarenakan di RSUD Raden Mattaher Jambi tidak memiliki perlengkapan yang lengkap, akhirnya Rifaldo dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

“Awalnya kami dirujuk ke Jambi, tapi karena di Jambi tidak ada perlengkapan untuk poli anak, kami dirujuk lagi ke rumah sakit Padang” ungkap Lismiyati saat dijumpai dirumahnya beberapa waktu lalu.

Setelah 5 hari di RSUP Dr. M Djamil Padang, Rifaldo tak kunjung mendapat perawatan. Hal tersebut dikerankan harus membayar uang pandaftaran sebesar Rp 2.250.000 walaupun Rifaldo merupakan pasien BPJS. Karena tidak sanggup membayar uang tersebut, Rifaldo akhirnya memutuskan untuk pulang ke Tebo tanpa menddapatkan perawatan sedikitpun.

”Padahalkan kami membawa BPJS, tapi oleh pihak rumash sakit, kami diharuskan bayar Rp 2.250.000 sebelum dilakukan pemeriksaan, karena kami tidak punya uang, akhirnya kami putuskan pulang dulu” kata Lismiyati.

Saat itu kondisi Rifaldo sudah sangat menghawatirkan, sejak operasi ke dua, Rifaldo mau makan dan minum karena selalu termuntahkan. Selain itu rifaldo juga selalu mengeluhkan badanya yang terasa panas dan sakit, sehingga harus selalu disiram air.

“Pokoknya setelah dioperasi dan dirujuk ke Jambi, dia tidak mau makan, kalau makan dan minum selalu muntah jadinya, badannya juga selau dirasakan panas dan sakit-sakit, jadi harus selalu di siram tiap saat, "jelasnya. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement