Wednesday, 12 April 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Hingga kini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tebo masih menunggu laporan APBDes di tiap desa. Pasalnya untuk mencairkan dana desa pihak desa wajib menyusun laporan APBDes.

"Kalau sekarang belum ada. Kita tunggulah. Kalaju sudah ada desa yang menyerahkan laporan APBDes tetap kita akomodir," kata Ansori, Kabid Pemdes.

Untuk memperlancar pencairan dana desa, pihaknya tetap brkordinasi dengan camat. Pasalnya tugas camat adalah memverifikasi data ApBDes yang dilaporkan tiap desa. "Kalau sudah melalui camat, baru kita tindaklanjuti. Tugas kita meneriama laporan saja," kata dia.

"Setelah laporan ApBDes diterima barulah dinaikan ke bagian keuangan untuk dilakukan pencairan. Setahun 2 kali pencairan. Tahap pertama itu 60 persen dan sisanya 40 persen," katanya meyakini.

Lanjut Ansori, duntuk Kabupaten Tebo, di tahun 2017 ini, pemerintah pusat menganggarkan dana sebesar Rp 85. 879.314.000 untuk Dana Desa (DD) melalui dana APBN. Ditambah lagi anggaran dari APBD Tebo 2017 sebesar Rp 66.358.654.800 milyar, total sekitar Rp 152 miliar lebih dikucurkan pemerintah untuk 107 desa dalam Kabupaten Tebo ditahun 2017 ini.

Dilihat dari besaran anggaran tersebut, jumlah yang dialokasikan untuk desa akan meningkat dari tahun-tahun sebalumnya. Sebab, jumlah yang dilakoasikan pemerintah pada tahun ini jauh lebih besar dibandingkan dengan tahun 2016 lalu.

Dirinya mengatakan, dari jumlah dana tersebut, untuk pembagian porsinya pun sudah diatur oleh pemerintah pusat dan daerah. Regulasinya pun sampai saat ini masih sama mulai dari proses hingga penggunaannya.

Untuk porsinya sendiri kata Suyadi, pembagian anggaran tersebut masih dengan pola 90-10. Dengan rincian, 90 persen anggaran dibagi rata untuk seluruh desa, sisanya 10 persen dibagi sesuai dengan jumlah penduduk, luas wilayah, dan indeks kemiskinan serta letak geografis desa. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement