Tuesday, 18 April 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Pasca operasi yang kedua kalinya, saat ini kondisi Rifaldo (5) warga Desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay, yang menderita tumor ganas pada bagian perut, sudah sangat menghawatirkan. Pasalnya, setiap dia (Rifaldo) makan atau pun minum selalu keluar kembali (muntah).

Selain itu, Rifaldo juga selalu mengeluhkan badanya yang terasa panas dan sakit, sehingga harus selalu disiram air.

“Pokoknya setelah dioperasi dan dirujuk ke Jambi, dia tidak mau makan. Kalau makan dan minum selalu muntah, badannya juga selau dirasakan panas dan sakit-sakit, jadi harus selalu di siram tiap saat, "kata Lismiati ibu kandung Rifaldo pada sejumlah wartawan di rumahnya, Selasa (18/4/2017).

Lismiati pun berharap ada pihak yang sudi untuk membantu dalam poengobatan anaknya tersebut, agar bisa sehat kembali seperti sedia kala. Dirinya juga mengungkapkan bawha selama ini belum pernah mendaptkan bantuan dari pemerintah.

"Selama ini belum pernah dapat bantuan dari pemerintah, Saya  berharap ada yang mau membantu untuk mengobati Rifaldo, agar dia segara sehat dan kembali seperti dulu” harap Lismiyati.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rifaldo (5) warga Desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay, penderita tumor ganas pada bagian perut, sebelumnya disebut bernama Andri, adalah anak kedua dari pasangan Lismiati (34) dan Syafrizal (36).

Lismiati sebagai ibu rumah tangga yang didampingi suaminya Syafrizal ayah Rifaldo yang bekerja sebagai petani mengatakan, penyakit tumor yang diderita anaknya itu diketahui sekitar bulan Februari 2017 lalu. "Mulai kapan sakitnya dan apa penyebabnya, saya tidak tahu. Hanya pada bulan Februari 2017 kemarin, anak saya mengeluh sakit pada bagian perut. Ternyata, itu tumor, "ujar Lismiati ibu kandung Rifaldo saat dikonfirmasi PORTALTEBO.com di kediamanya, Selasa (18/4/2017).

Dikatakan Lismiati jika anaknya sudah dua kali menjalani operasi di rumah sakit umum daerah (RSUD) Tebo. Karena tak kunjung ada perubahan pada sakit yang dideritanya, akhirnya Rifaldo dirujuk ke rumah sakit Jambi.

"Di Jambi juga tidak bisa diobati karena peralatan medisnya tidak ada. Jadi anak saya dirujuk lagi ke rumah sakit M. Jamil, Padang, "kata Lismiati lagi.

Karena ingin anaknya bisa sehat dari penyakit yang dideritanya. Lismiati membawa anaknya untuk berobat di rumah sakit M. Jamil, Padang. Sayangnya, pihak rumah sakit minta uang untuk biaya cek penyakit.

"Kata pihak rumah sakit Jambi dan Tebo, pasien BPJS tidak dipungut biaya. Tapi kok di rumah sakit Padang, kami malah disuruh bayar sebesar Rp 2,250 Juta. Anak kami kan terdaftar sebagai peserta BPJS, tapi tetep disuruh bayar, "keluhnya.

Karena tidak memiliki uang, Lismiati terpaksa membawa anaknya kembali ke Tebo. "Lima hari di Padang, itu bukan berobat, tapi nginap di rumah saudara. Dirumah sakit hanya dicek oleh dokter, tapi untuk cek mengunakan peralatan kesehatan harus bayar dulu," keluh dia lagi.

"Karena tidak ada uang, anak saya terpaksa saya bawa pulang ke rumah (Tebo), "ungkapnya.

Saat ditanya kapan akan membawa Rifaldo berobat kembali, Lismiati tidak bisa memastikan, "Belum tahu kapan mau dibawa berobat lagi. Belum punya uang," ketusnya.

Untuk itu, Lismiati berharap bantuan dari semua pihak untuk biaya perobatan anaknya di Padang. "Yang jelas saya butuh bantuan untuk berobat. Jujur sampai sekarang belum ada dapat bantuan," pungkasnya berharap. (p08) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement