Di Perumahan Griya Alam Putri, Limbah Kayu Disulap Jadi Furniture Unik

- 19:12:00
advertise here
Furniture karya Alek warga perumahan Griya Alam Putri 
PORTALTEBO.com - Potongan kayu berbagai ukuran menumpuk di Perumahan Griya Alam Putri, Lrg Jati RT.09 Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Tebo. Tumpukan itu adalah limbah kayu yang sengaja dikumpulkan oleh warga perumahan tersebut.

Di tangan warga, limbah-limbah tersebut disulap menjadi kerajinan tangan yang cantik dan unik. Meski belum begitu trampil, karya berupa furniture (meja dan kursi) ini sangat menarik dan bernilai seni tinggi.

Alek saat mengerjakan furniture dengan media limbah kayu 

Alex salah satu warga perumahan Griya Alam Putri mengatakan, mengolah limbah kayu menjadi furniture ini adalah pekerjaan iseng. "Iseng saja, untuk mengisi waktu luang sekaligus untuk hiasan rumah sendiri," ujar Alex saat dijumpai media PORTALTEBO.com di kediamanya.

Kursi taman karya warga perumahan Griya Alam Putri 

Awalnya, kata Alex, dirinya mengalami kesulitan karena tidak memiliki peralatan yang memadai untuk mengelola limbah kayu. Karena niat ingin merubah limbah menjadi kerajinan yang unik, atas bantuan warga setempat, dia bisa mewujudkan ide kreatifnya.

Banyak limbah kayu dari potongan pohon yang tidak terpakai, akhirnya Alex mencoba memanfaatkannya untuk dibuat furniture unik yang memiliki nilai seni.

Dalam membuat furniture ini, Alex hanya mengandalkan insting dan kemauan ingin mencoba. Dibantu dengan warga setempat, akhirnya, apa yang dikerjakan terbukti, beberapa set meja dan kursi unik sangat memukau mata telah terpasang diruang tamu.

"Modal yang dikeluarkan sebetulnya tidak besar karena bahan baku kayunya merupakan limbah yang dibuang. Hanya saja yang membutuhkan biaya untuk bayar upah gesek (belah dan potong kayu) dan angkut kayu, "kata dia.

Proses pengerjaan kursi unik dari limbah kayu 

Setelah sukses membuat fuminiatur dengan limbah kayu, Alex terpikir ingin membuka usaha furniture unik, tentunya dengan media atau bahan limbah kayu.

Untuk mewujudkan keinginan ini, Alex membutuhkan peralatan yang menunjang, diantaranya mesin potong kayu, mesin amplas, sugu, dan lain sebagainya.

"Jika dengan peralatan yang ada saat ini, untuk mengerjakan satu set meja dan kursi, butuh waktu paling cepat 3 minggu. Kalau ada peralatan yang menunjang, mungkin bisa 1 minggu satu set, "ucapnya.

Meski hasil kerajinan ini belum pernah dipasarkan, Alex optimis jika kerajinan limbah kayu ini merupakan peluang usaha baru di Tebo. Apalagi, kata dia, untuk bahan bakunya sangat mudah didapat. "Bahan baku banyak. Hanya saja peralatan kita yang belum memadai," tuturnya.

" Beberapa warga disini juga mengelola limbah kayu jadi furniture unik. Hanya saja kita belum memiliki modal untuk menjadi ini usaha kreatif. Kita berharap ada investor yang melirik untuk membuka usaha ini dan mengembangkanya di Tebo, "tuntasnya berharap. (p08)