Wednesday, 15 March 2017

author photo
Oleh: Bahren Nurdin, MA

Terlahir dan mati adalah dua peristiwa yang teramat sangat biasa dan alamiah (sunatullah). Ketika terlahir semua orang, terutama anggota keluarga yang menyaksikan kelahiran itu, tersenyum bahagia karena kedatangan mahluk hidup baru dalam keluarganya. Sebaliknya, ketika meninggal dunia semua orang tersebut kemudian bersesih karena kehilangan. Sekali lagi, peristiwa yang sangat sederhana. Dengan kata lain, lahir sama dengan datang dan mati sama dengan pergi. Datang disambut pergi dilepas.

Akan tetapi, ada yang membuat lahir dan mati itu kemudian menjadi tidak sesederhana itu yaitu isi kehidupan rentang waktu dari lahir hingga mati tersebut. Artinya, apa yang diperbuat selama rentang waktu tersebut sangat memberi dampak baik positif maupun negatif terhadap lahir dan mati itu. Hal ini dapat dibuktikan betapa banyak orang-orang besar yang terkenal di dunia ini yang hari kelahiran dan kematiannya tetap dikenang walaupun mereka telah meninggal dunia ratusan tahun lamanya. Hari lahir dan matinya menjadi sangat penting karena mereka berhasil mengisi rentang waktu dari lahir hingga mati tersbut dengan sangat baik.

Hari ini (Rabu, 15 Maret 2017), keluarga besar IAIN STS Jambi dan masyarakat Provinsi Jambi kehilangan satu puteri terbaiknya yang telah berhasil mengisi rentang waktu hidupnya dengan sangat mulia yaitu Dr. Hj. Rizki Takriyanti, M.Psi. Dengan kepakarannya di bidang psikologi, begitu banyak bakti yang telah ia berikan untuk negeri ini, khsusnya negeri Jambi. Pasti tidak cukup artikel singkat ini untuk menggambarkannya. Sedikit apa pun itu, sebagai orang merasa kehilangan beliau, izinkan saya menorehkan satu atau dua kata pengiring langkah mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhir.

Nama beliau harum dan tercatat sebagai tokoh wanita Jambi yang sangat fokus dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. Darahnya mendidih hebat ketika ada yang mencoba untuk merendahkan kaumnya dan mengabaikan hak anak-anak. Siang dan malam bukan pembatas untuk terus mengabdikan diri. Jauh dan dekat bukan penghalang untuk ia melangkah. Perhatiannya kepada orang lain begitu besar, bahkan lebih besar daripada perhatiannya pada dirinya sendiri. Sisa-sisa umur yang ada telah dihibahkan sepenuhnya untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Rasa sakit yang diderita seolah tak lagi  ia hiraukan. Buktinya, penyakit yang dititipkan Allah pada dirinya pun tidak membuat ia berhenti melangkah. Tidak pula menyurutkan tekadnya untuk terus menebar ilmu pengetahuan. Suatu waktu, ketika kondisi fisiknya tidak begitu baik namum harus menyampaikan materi seminar, beliau berkata kepada saya “selagi bisa bergerak, tidak akan pernah Ayuk menolak”. Begitulah gambaran dedikasi yang begitu besar telah ia berikan. Kecintaannya kepada tanah kelahirannya Jambi sangatlah besar. Ia tiggalkan Jakarta dengan segala apa yang telah ia miliki untuk mengabdikan diri kepada Jambi.

Berbagai jabatan di dalam dan di luar kampus telah banyak yang beliau emban. Pernah sukses dipercaya sebagai Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan IAIN STS Jambi dan cukup lama mengemban tugas sebagai Ketua Pusat Studi Wanita dan Anak. Dan entah berapa banyak dipercaya pemerintah daerah Provinsi Jambi dan Kota/Kabupaten dalam berbagai kegiatan. Dengan semua jabatan itu pula membuat ia begitu dicintai dan disayangi. Begitu banyak pula nilai-nilai yang telah ia tanamkan. Kesederhanaan, keibuan, kelembutan, kasih sayang, dan saling menghargai selalu ia sampaikan dan ia terapkan dalam hidup.

Semua kehilangan. Semua berduka. Siapa pun yang pernah mengenal beliau pasti akan merasa bersedih berpisah dengan orang yang telah begitu besar pengabdiannya untuk orang lain. Namun itulah kematian yang pasti akan menghampiri siapa saja. Kita pun sesungguhnya sedang menunggu atrian untuk menuju tempat yang sama.

Selamat jalan, pejuang! Beristirahatlah dengan tenang di sisi Allah. semua dosa dan khilafmu telah kami maafkan. Boleh jadi hari ini kami civitas akademi IAIN STS Jambi dan seluruh masyarakat Provinsi Jambi kehilangan senyum dan kebersamaanmu. Namun bakti dan jasa-jasamu tidak akan lekang ditelan waktu. Terima kasih tak terhingga atas jasa dan ilmu yang telah diberikan dengan ikhlas selama ini. Semoga semua itu menjadi amal kebaikan yang akan terus menemanimu di alam barzah. Menjadi penerang dan penyejuk. Amin.  #BNODOC7315032017

*Dosen IAIN STS Jambi

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement