Wednesday, 1 March 2017

author photo
Oleh: Bahren Nurdin, MA

Sering kita mendengar ungkapan, “saya tidak bisa kuliah karena orang tua saya miskin”. Salah! Cara berpikir semacam ini yang harus diubah. Di berbagai seminar motivasi pendidikan, saya selalu tegaskan “Justru karena orang tua saya miskin, maka saya harus kuliah”. Jangan dibalik! Sudahlah miskin, gak mau kuliah, ya susah.

Sampai detik ini, sepulangnya dari ‘medan tempur’ bernama Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 2003 silam, saya telah memberikan ratusan seminar motivasi pendidikan hanya untuk menyampaikan pesan ini. Target dari seminar-seminar itu sangat sederhana; “Jangan jadikan kemiskinan sebagai kambing hitam untuk tidak kuliah!”. Itu artinya lebih kurang 13 tahun sudah saya berjuang (dan akan terus) meyakinkan anak-anak negeri ini, khususnya bagi mereka yang terlahir di tengah keluarga kurang mampu seperti saya, untuk tidak pernah sedikit pun patah semangat dalam menggapai cita-cita melalui pendidikan.

Pendidikan adalah salah satu alat terhebat untuk mencapai kesuksesan. Ya, salah satu. Karena masih banyak alat-alat yang lain. Namun, orang sukses selalu mengikuti sistem yang sudah teruji keberhasilannya dan yang sederhana. Itulah pendidikan. Di dalam Al-Quran pun Allah menegaskan hal ini pada surah Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Persoalannya adalah “Bagaimana mau kuliah jika tidak ada uang?”. Saya kembali tegaskan bahwa “Uang bukan modal utama untuk kuliah”. Buktikan saja orang-orang di seputaran kita. Banyak diantara mereka yang memiliki uang berlimpah, tapi gagal kuliah. Tidak sedikit (maaf) anak orang kaya yang putus kuliah. Sekali lagi, ini membuktikan bahwa kuliah itu bukan persoalan miskin atau kaya!

Saya sudah membuktikannya. Saya bangga terlahir di tengah keluarga yang hebat. Memiliki orang tua yang luar biasa. Kami tidak menjadikan kemiskinan sebagai bencana kehidupan. Kemiskinan adalah nikmat Allah yang harus dimanfaatkan menjadi medan juang. Kami berjuang melawati semua tantangan. Almarhum ayah selalu berpesan “sekolahlah, Nak, setinggi yang kau bisa. Pendidikanlah yang akan merubah nasibmu nanti”.  I love you, ayah. Insya Allah ‘rekening’ ayah sudah dikirimi paling kurang di setiap lima waktuku. “Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira”. Amin.

Bagaimana mungkin kuliah tanpa biaya? Saya kembali bertanya, “Seberapa yakin anda dengan keberadaan Allah?” Jika anda yakin bahwa Allah itu ada bersama anda, maka jangan pernah khawatir dengan biaya kuliah. Semua jalan akan terbuka jika Allah menghendaki. Secara pribadi, saya tidak pernah bosan untuk mengucapkan ribuan terima kasih kepada banyak orang yang telah dikirim Allah untuk menjadi bagian dari proses perjuangan saya. Saya menyebutnya ‘the God’s Men’. Merekalah orang-orang yang sengaja dikirim oleh Allah untuk membantu saya. Semoga Allah selalu mencurahkan RahmatNya dan menjadi amal kebaikan bagi mereka di dunia dan akhirat.

Jalan menuju sukses itu tidak pernah tertutup bagi orang-orang yang percaya akan adanya kebesaran Allah dan siap bekerja keras. Jalan itu selalu terbuka bagi orang-orang yang tidak mengenal kata ‘putus asa’ dan tidak pernah menyerahkan hidupnya pada ‘nasib’. Dunia ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang optimis dan penuh semangat untuk mencapai cita-citanya; dunia dan akhirat.

Jadi, apa modal utama kuliah? Keyakinan. Orang-orang pesimis akan membantah ini dengan ucapan, ‘Modal yakin dak cukup, bro!’. Saya tegaskan, “Sudah lebih dari cukup!”. Keyakinan yang besar akan membentuk pola pikir (mindset) yang positif dan optimisme yang membumbung. Mindset yang benar akan menciptakan nilai juang yang tinggi, semangat yang membara. Semangat yang ‘on fire’ akan mampu menghadapi segala rintangan yang menghadang. Pada akhirnya, semua jalan akan terbuka untuk terus terbang menggapai ‘bintang’ di langit.

Akhirnya, saya selalu merumuskannya dengan satu kalimat “SUKSES ITU BUKAN BAKAT, TAPI TEKAD”. Ingat, dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu. Selamat Berjuang! #BNODOC5901032017

*Akademisi dan Motivator Pendidikan. Tinggal di Jambi.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement