Tuesday, 7 March 2017

author photo
Provinsi Jambi sudah sering mengirim atlet catur untuk berlaga di tingkat nasional. Bahkan, atlet catur Jambi pernah mewakili Indonesia untuk berlaga di tingkat dunia (internasional) . Namun, siapa sangka kalau beberapa atlet catur yang berlaga di tingkat nasional maupun internasional tersebut, berasal dari Kabupaten Tebo. Lalu, siapa tokoh atau pejuang olahraga adu otak dan strategi ini di Tebo? 

Alfian Putra Pelatih Catur Kabupaten Tebo 

Alfian Putra (59) boleh dikatakan salah satu pejuang olahraga catur di Kabupaten Tebo. Betapa tidak, ditangan beliau sudah banyak melahirkan para pencatur (atlet catur) Tebo.

Saat berbincang dengan PORTALTEBO.com, pria yang berdomisili di desa Teluk Kuali Kecamatan Tebo Ulu mengisahkan bahwa, sejak tahun 2010 lalu dirinya sudah aktif mencari siswa atau anak-anak yang berbakat di cabang olahraga catur. Pencarian ini pun dimulai dari sekolah-sekolah yang ada di Tebo.

Atas upaya keras beliau, beberapa anak-anak yang dibimbingnya pun berhasil mengharumkan nama baik Tebo di tingkat provinsi, nasional dan internasional.

Salah satu Heru Mardianto siswa kelas III SMAN 1 Teluk Kuali. Atas dampingan dan binaan dia, Heru mampu menjuarai catur di Tebo mulai kelas 2 SD. Dan pada tahun 2013, Heru mampu meraih juara I pada ajang O2SN tingkat SMP se Provinsi Jambi. Atas prestasi ini, Heru mewakili Jambi untuk berlaga pada ajang yang sama pada tingkat nasional di Kalimantan.

Kemudian pada tahun 2015,Heru mewakili Jambi mengikuti O2SN tingkat nasional di Jakarta. Kemudian, tahun 2016 mewakili Jambi kembali untuk ajang yang sama di Sulawesi. "Beberapa kali berlaga di ajang nasional, memang anak didik saya belum meraih juara. Tapi jujur, saya sudah sangat senang karena Tebo sudah bisa berlaga dikancah nasional, "kata Alfian.

Selain Heru, lanjut Alfian, Adzkia Amatullah (11) siswa kelas 5 MIN Teluk Kuali. Tahun 2013 lalu, dia (Adzkia) mewakili Provinsi Jambi mengikuti O2SN di Kalimantan Timur. Seterusnya, pada tahun 2014 mewakili Jambi kembali dipajang yang sama di Jakarta.

Rusak sampai disitu saja, ditahun ini (2014), Adzkia mengikuti Kejurnas di Sulawesi. Di ajang ini, dia mendapatkan peringkat VIII tingkat nasional. Kemudian, tahun 2016 mewakili Provinsi Jambi untuk berlaga pada ajang O2SN di Jakarta. Di ajang ini beliau mendapat peringkat VII.

"Di tahun 2017, Adzkia mengikuti Open Catur Terbuka Junior tingkat nasional di Sijunjung, Padang. Dia  mendapat mendali perak. Ini diikuti oleh 12 Provinsi, "kata Alfian lagi.

Tidak hanya tingkat nasional saja, Alfian juga pernah melatih dan membimbing atlet catur yang mampu menembus even tingkat dunia (internasional). Dia adalah Riki Taufik peraih juara I O2SN Tingkat Nasional di Palembang, tahun 2012.

"Tahun itu (2012), Riki mewakili Indonesia untuk berlaga pada kejuaraan tingkat pelajar Internasional di Yunani. "Sayangnya, kita tidak berhasil mendapat juara. Yang jelas kita sangat puas karena sudah bisa membuat Tebo dikenal di tingkat internasional, "tuturnya.

Saat ini pun, Alfian masih aktif mengajar catur di beberapa sekolah. Hal ini dilakukan untuk mencari siswa atau anak-anak yang berbakat di cabang olahraga catur untuk dididik menjadi atlet catur.

Saat ditanya apa harapan dia kedepan terhadap dunia olahraga catur di Tebo, Alfian mengatakan, "Cuma ingin membimbing atlet agar bisa berprestasi hingga ditingkat dunia (internasional), "ucapnya.

Saat ditanya seperti apa perhatian Pemkab Tebo dalam hal ini Dinas Pendidikan Tebo terhadap perjuangannya selam ini, Alfian menampakkan wajah kecewa, "Tidak ada sama sekali perhatian dari Pemkab maupun Dinas Pendidikan Tebo. Bahkan sampai sekarang tidak  ada perhatian, "kesalnya.

"Tapi saya tetap akan mendidik dan mendapingi anak-anak yang berbakat, karena ini memang sudah hobi saya," tutupnya sambil mengatakan saat ini rute dia mencari dan mengajar anak-anak yang berbakat di cabang olahraga catur yakni, Kecamatan Tebo Ulu, VII Koto, Rimbo Ulu, Rimbo Ilir dan Rimbo Bujang. (tim) 

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement