Wednesday, 8 March 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Sesuai surat pemberitahuan ke Polres Tebo, hari ini Rabu (8/3/2017), ribuan masyarakat Tebo yang mengatasnamakan Mahkamah Konstitusi Rakyat Tebo (MK-RT), akan menggelar aksi damai di komplek perkantoran Bupati Tebo. Rencana aksi ini kontan saja membuat beberapa pegawai Pemkab Tebo merasa takut dan memilih pulang kantor lebih cepat (awal) dari biasanya.

"Takut rusuh seperti aksi kemarin bang, jadi lebih baik pulang," ungkap salah seorang pegawai Pemkab Tebo yang tidak mau namanya disebutkan.

Dikatakannya, bukan hanya dirinya memilih untuk pulang kantor lebih cepat, namun pegawai lainnya juga pulang lebih awal.

"Takut lah bang. Takutnya seperti aksi kemarin, rusuh. Jadi lebih baik pulang," pungkasnya.

Pantauan PORTALTEBO.com, tidak seperti biasanya, hari ini tampak kompleks perkantoran Bupati Tebo sepi pegawai. Tampak ratusan petugas keamanan dari Polres sudah siaga untuk mengamankan aksi. Belum terlihat kumpulan massa yang bakal menggelar aksi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, hari ini Rabu (8/3/2017), ribuan masyarakat Tebo yang mengatasnamakan Mahkamah Konstitusi Rakyat Tebo (MK-RT), akan menggelar aksi damai di komplek perkantoran Bupati Tebo.

Adapun maksud aksi tersebut ialah mengawal kasus hukum pelanggaran undang-undang pilkada dan ASN oleh pasangan calon dan tim sukses kampanye pasangan "Sukandar-Syahlan" pada pilkada Bupati dan Wakil Bupati Tebo tahun 2017.

Dalam surat pemberitahuan dengan Nomor: Istimewa/MK-RT/VIII/03/2017 yang dilayangkan ke Polres Tebo terdapar 5 tuntutan antara lain, menolak penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih pilkada 2017, mendiskualifikasi/pembatalan "SUKANDAR-SYAHLAN" sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Tebo tahun 2017, meminta kepada polres, kejaksaan dan panwaslu tebo untuk menangkap secara paksa dan mengadili di meja hijau pelaku money politik dan tim sukses Sukandar-Syahlan yang telah ditetapkan sebagai tersangka, meminta kepada Pj. Bupati untuk memecat Oknum ASN yang terlibat mendukung pasangan Sukandar-Syahlan dan meminta kepada MK-RI, DKPP-Pusat, Bawaslu-RI, KPU-RI untuk bersikap adil dan serius dalam penegakan peraturan dan Undang-undang Pilkada, wabil khusus pelanggaran pilkada yang ada di Kabupaten Tebo.

Kapolres Tebo melalui Kabag Ops, Kompol M. Jalaluddin membenarkan adanya aksi damai yang mengatasnamakan MK-RT tersebut.

"Ya benar, sesuai surat pemberitahuan, hari ini Rabu (8/3) akan ada aksi damai yang dilakukan MK-RT di komplek perkantoran Bupati dengan jumlah massa sekitar 5.000,an," kata Kabag Ops. (red) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement