Tuesday, 21 February 2017

author photo
Oleh : Bahren Nurdin, MA

Ada lebih kurang tujuh belas ribuan peserta didik di Provinsi Jambi yang akan mengikuti ujian nasional. Data yang dirilis Plt. Sekda Provinsi Jambi melalui berbagai media menunjukkan 13.247 siswa SMA/SMK dan 4.053 siswa SMP. Dari jumlah ini ternyata tidak semua terakomodir untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hanya 19 persen saja sekolah yang menyatakan diri sudah siap melaksanakan UNBK, selebihnya belum berdaya (sumber: jambi ekspres 11 Januari 2017). Sementara itu, pemerintah pusat sudah jauh-jauh hari mengingatkan bahwa pemerintah daerah sudah harus melaksanakan UNBK minimal 80 persen. Wow!
Sosialisasi pelaksanaan UNBK ini sebenarnya bukan barang baru. Pemerintah bahkan sudah mulai mendengungkannya sejak tahun 2014. Cukup panjang. Tapi mengapa sampai hari ini pemerintah daerah seakan masih setengah hati untuk menerima ‘tantangan’ ini. dikatakan setengah hati karena sampai hari ini masih juga mencari kambing hitam untuk tidak menyelenggarakannya dengan maksimal. ‘Kambing’ utamanya adalah sarana computer dan server. Selama ini kemana aja?

Sebenarnya sudah tidak ada lasan lagi. Dengan waktu yang sekian lama untuk mempersiapkan diri, sekali lagi jika serius, semua kendala yang sekarang dijadikan ‘kambing’ tersebut sudah dapat diatasi. Namun sayang, ‘kambing’ tersebut dibiarkan lepas begitu saja hingga bisa dipersalahkan. Bukan malah ‘ditangkap’ untuk dipersiapkan.

Memang harus siap! Mau sampai kapan pemerintah dearah ‘ngeles’ dengan terus mencari ‘kambing’ hitam dan putih? Jika dari 2014 yang lalu pemerintah daerah Provinsi Jambi telah berjibaku untuk mengatasi segala kendala yang ada, saya rasa di tahun 2017 ini bukan angka 19 % yang muncul, tapi lebih besar. Persoalan computer dan server secara bertahap selama lebih kurang empat tahun pasti sudah bisa dianggarkan secara bertahap. Pihak sekolah juga bisa memaksimalkan usaha mereka untuk merealisasikan hajat bersama ini. Akan tetapi, yang ada saat ini malah saling menyalahkan dan mencari kambing hitam bersama. Jadilah jualan ‘kambing’ di media.

Diperlukan keseriusan semua pihak, dalam hal ini, sebagai leading sector nya adalah pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan. Tidak pula bermaksud ber-su’uzon bahwa UNBK ini tidak dipersiapkan dengan serius, tapi hasilnya dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Jambi; mengecewakan. Perlu perhatian, karena hal ini menyangkut hajar orang banyak terutama para siswa.

Nampak sekali bedanya kita dengan provinsi lain. Provinsi lain ‘ribut’ menyiapkan diri dengan gencarnya melakukan sosialisasi UNBK ini, tapi kita malah ‘ribut’ ketika tidak bisa maksimal melaksanakannya. Sudah mau dilaksanakan baru rebut. Baru berteriak computer kurang. Server dak cukup. Anggaran habis, de el el. Selama ini ngapain aja, bro?

Akhirnya, untuk 2017 ini nampaknya, para peserta didik di Provinsi Jambi harus puas dengan angka yang ada; 19 %. Segitulah dulu yang baru bisa mengikuti ujian tanpa kertas ini. Untuk yang belum bisa diminta sabar dulu. Sebenarnya, tidak ada kata tidak siap. Harus siap! Tapi itulah faktanya.

Penulis : Bahren Nurdin, motivator pendidikan Jambi

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement