Monday, 6 February 2017

author photo
PORTALTEBO.com - KUA Kecamatan VII Koto Ilir bersama jajaran pemerintah kecamatan setempat, Minggu (5/2/2017), mengelar Launching Gerakan Mari  Makmurkan Masjid (GM3). Gerakan ini dilaksanakan di masjid Baitul Makmur dusun Tri Makmur Desa Cermin Alam.

Pada saat kegiatan rutin BKMT warga Trimakmur. Kepala KUA VII Koto Ilir, Drs. Abdul Mu'az mengatakan, GM3 yang dicetuskan di Dusun Trimakmur akan diterapkan di seluruh masjid di Kecamatan VII Koto Ilir. "Ini program luarbiasa, kita berharap masjid lain juga menerapkan program seperti ini," ujarnya.

Khusus jamaah majilis taklim Masjid Baitul Makmur, dia mengharapkan  dapat menjadi pribadi yang sabar, ulet dan penuh kasih sayang dalam keluarga.

Tidak itu saja, jamaah majilis taklim Masjid Baitul Makmur diharapkan bisa mengajak membantu program penyuluh agama, salah satunya mengalakkan pengajian malama antara sholat Magrib dan Isa.

Sementara, Camat VII Koto Ilir Antoni Faksi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas adanya kegiatan serta program GM3 di wilayah kecamatan VII Koto Ilir. Dia mengajak jamaah agar bersatu dalam membangun desa. Tidak itu saja, dia juga berharap para jemaah selalu menjadi pelopor dalam semua bentuk kebaikan.

"Sebagai kewajiban kita, jangan lupa tanggal 15 Februari nanti agar datang ke  TPS untuk memberikan hak suara," pinta camat.

Kegiatan rutin ini, juga menghadiri Ketua kelompok kerja penyuluh agama Islam kecamatan VII Koto Ilir Hendri Yanto  dengan judul ceramahnya "menciptakan kebersamaan dalam perbedaan dan keberagaman menuju masarakat madani".

Dikatakan Hendri, untuk kegiatan BKMT khusus Desa Cermin Alam ada 47 kelompok pengajian yang terdiri dari dua kelompok bapak-bapak dan para ibu-ibu. Dimana kegiatan rutin pengajian kelompok Yassinan rutin digelar Jumat malam untuk bapak-bapak, dan Jumat sore untuk ibu-ibu.

"Kita berharap kegiatan ini terus dipertahan, sampai ke anak cucu kelak," harapnya.

" Kita juga  mengajak masyarakat untuk melakukan Gerakam Mematikan TV (GMT) pada waktu shalat. Selama ini masyarakat tidak biasa ke masjid karena lebih memilih menonton TV di rumahnya masing-masing," Pungkas Hendri juga putra desa Tri Makmur ini. (p11) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement