Wednesday, 4 January 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Langkah yang diambil oleh sejumlah pengurus Koperasi Unit Desa Olak Gedong Melako Intan (KUD OGMI) yang mengambil keputusan dari aksi pada 19 Desember 2016, sangat disayangkan oleh petani yang tergabung dalam KUD OGMI.

Pasalnya, petani menganggap pengurus KUD OGMI telah membuat keputusan diluar apa yang menjadi tuntutan ratusan petani.

Kekesalan para petani pun akhirnya memuncak. Pada Rabu (4/1/2017), ratusan petani kembali menghentikan seluruh aktivitas PT.PAH (Segel). Penyegelan ini adalah untuk kali kedua kalinya setelah penyegelan pertama yang akhirnya dibuka oleh oknum pengurus koperasi.

"Keputusan yang disepakati petani dengan perusahaan tidak sesuai dengan tuntutan petani, tapi kenapa segel itu dibuka. Sangat jelas tuntutan petani saat aksi tersebut adalah agar perusahaan mengeluarkan pembagian hasil bukan untuk menambah dana talangan atau pinjaman karena jadwal pembagian hasil tersebut sudah molor tiga tahun lebih," ujar Ahmad Akbar, salah seorang koordinator aksi.

Lanjutnya, pemberhentian seluruh aktivitas perusahaan atau penyegelan ini kami lakukan sampai petani menerima hasil dari kebun yang kami mitrakan.

"Keputusan agar pihak perusahaan menghentikan seluruh aktivitas sampai petani menerima pembagian hasil tersebut sudah disepakati oleh petani dan pihak perusahaan," jelas Akbar lagi.

Lebih lanjut dikatakan Akbar, petani juga menyepakati bahwa pengurus koperasi akan melaksanakan rapat luar biasa dalam rangka pembentukan pengurus yang baru. Rapat tersebut dilaksanakan paling lambat tanggal 25 Januari 2017. Pasalnya, sejak pembentukan pengurus koperasi tahun 2007 silam hingga kini KUD OGMI belum pernah melaksanakan rapat anggota tahunan sebagaimana amanat anggaran dasar KUD OGMI itu sendiri.

"Permintaan agar pengurus melakukan rapat luar biasa tersebut sudah kita sampaikan beberapa kali kepada pengurus secara tertulis. Bahkan sudah ditanda tangani sedikitnya 20 persen dari jumlah anggota koperasi. Jadi tidak ada alasan bagi pengurus untuk tidak melaksanakan rapat luar biasa ini karena sudah sesuai dengan aturan dan perundang- perundangan koperasi," tambahnya.

Sementara camat tebo ilir, Himawan susanto yang memfasilitasi pertemuan antara petani, pengurus koperasi dan pihak PT.PAH usai aksi unjuk rasa yang berujung penyegelan tersebut meminta kedua belah pihak untuk segera menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin.

"Kelapa sawit yang dikelola oleh PT.PAH adalah milik kita bersama. Jadi jika perusahaan tidak beraktivitas, yang rugi adalah kita semuanya. Saya juga minta kesepakatan yang sudah dibuat jangan diulang- ulang lagi seperti sebelumnya," ujarnya dihadapan kadisbun, kabid koperasi, pihak keamanan, pengurus koperasi dan ratusan petani. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement