Tuesday, 24 January 2017

author photo
Oleh: Bahren Nurdin, MA

Jika tidak ada aral melintang, hari Rabu malam, tanggal 25 Januari 2017 mendatang KPU Tebo akan mengadakan perhelatan besar yaitu debat kandidat calon Bupati Tebo periode 2017/2021. Debat ini merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan pesta demokrasi di tanah air. Beberapa kabupaten lain yang juga ikut meramaikan Pilkada serentak tahun ini, sudah melaksanakan tahapan ini. Terbaru dan yang menyita perhatian publik tanah air adalah Debat Kandidat calon Gubernur DKI Jakarta.

Saya juga harus ekstra hati-hati dalam menulis artikel ini, jangan sampai ditafsirkan banyak (multitafsir), apa lagi salah tafsir. Jangan khawatir, tulisan ini sangat normatif. Mari kita cermati hal-hal yang penting untuk diperhatikan oleh masyarakat luas tentang fungsi dan manfaat debat ini. Menyangkut aturan dan mekanisme debat saya rasa tidak perlu kita perbincangkan di sini karena kita yakin semua sudah diatur sedemikian rupa. Kita percayakan sepenuhnya kepada KPU. Moderator yang dipercayakan, Chacha Annisa, juga tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Debat ini pun dapat disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat karena disiarkan langsung oleh TVRI Jambi. Lantas apa yang dapat kita cermati melalui debat ini?

Pertama, visi dan misi. Bahasa visi misi ini mungkin sudah sangat lumrah kita dengar. Apa sebenarnya visi dan misi? Jawabannya sederhana, visi itu  ‘mau ngapain’? dan  misi itu ‘bagaimana cara mencapainya’. Sinkronisasi ini sangat perlu diperhatikan oleh masyarakat. Ingat, para kandidat yang sedang berdebat di hadapan public tersebut tidak sedang lomba pidato, tapi bagaimana menyampaikan gagasan pembangunan untuk masyarakat. Maka bagi masyarakat sangat penting melihat apakah visi dan misi yang disampaikan tersebut sebuah retorika melangit atau membumi. Tidak ada yang salah dengan ‘melangit’ selagi mereka memiliki ‘tangga’ untuk menggapainya.

Para kandidat dan masyarakat sering terjebak dalam kondisi ini. Visi dan misi yang disampaikan sering sekali yang ‘wah’ tapi sesungguhnya sangat sulit untuk direalisasikan karena tidak diikuti oleh data-data  yang kuat. Kesannya ‘ngecap’. Kedengarannya luar biasa. Janjinya menggoda. Tapi realisasinya nihil. Maka, perang data dalam debat semacam ini lebih elegan.

Kedua, perang program. Apa yang kita harapkan pada debat kali ini adalah adanya perang program sehingga mampu memberi tawaran-tawaran yang menarik bagi masyarakat. Kita tahu beberapa hari terakhir masyarakat Tebo hiruk-pikuk dengan pemberitaan yangsesungguhnya tidak menyangkut dengan pembangunan Kabupaten Tebo secara mendasar. Masyarakat  Tebo masih disibukkan dengan (maaf) ‘lendir’. Rasanya tidak salah jika saya ingin mengingatkan kita semua, terutama pada kandidat yang sedang berdebat nantinya, jangan sampai ‘perang lendir’. Jangan suguhkan masyarakat dengan perdebatan-perdebatan yang menjurus pada negatif dan black campaign. Sudahi saling menyerang urusan personal. Yakinlah, saya, para kandidat dan anda semua tidak ada yang tidak punya ‘borok’. Semua kita punya aib. Jadi, jangan sampai gagal fokus.

Perang program adalah sesuatu yang elegan. Kita tahu kedua pasangan yang akan berdebat di Kabupaten Tebo ini juga bukan orang baru. Semua adalah tokoh-tokoh hebat yang dimiliki oleh orang Tebo. Bahkan kedua calon Bupati merupakan  incumbent. Selama kampanye pun program-program yang mereka miliki sudah banyak disampaikan kepada masyarakat. Namun dalam debat ini tentu diminta kepiawaian mereka dalam mengemas program dan gagasan sehingga dapat tersampaikan dengan baik kepada masayarakat umum.

Ketiga, timses dan pendukung. Biasa-biasa saja dan tidak perlu overacting. Memberi dukungan dan semangat kepada kandidat yang didukung itu perlu, tapi  jangan sampai berlebihan yang sampai menimbulkan kebencian dan kemurkaan terhadap kelompok lain atau disebut fanatisme. Fanatisme itu paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan. Kita belum tahu siapa yang dipercaya Allah untuk memimpin Tebo mendatang. Semua masih rahasia Allah. Janganlah perhelatan pilkada ini sampai memecah belah tali silaturrahmi kita. Fokuslah memenangkan tim yang didukung dengan mempersiapkan segala usaha dan strategi tanpa harus menyakiti tim lain.

Akhirnya, kepada KPU Tebo sebagai penyelenggara kegiatan ini kita berharap dapat menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. Masayarakt Tebo tentu akan memberikan dukungan penuh dan doa demi masa depan Tebo mendatang. Kepada timses dan pendukung, berikanlah dukungan sepenuhnya tanpa harus menyakiti siapa pun. Tebo milik kita semua. Selamat Berdebat! #BN23012017 (WA 085266859000)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement