Friday, 6 January 2017

author photo

PORTALTEBO.com - Fahri, salah seorang tokoh masyarakat yang merupakan mantan kepala Desa Muara Ketalo, Kecamatan Tebo Ilir, mengajak warga untuk memilih pasangan Sukandar- Syahlan di Pilkada Tebo tanggal 15 februari tahun 2017 mendatang.

"Demi percepatan pembangunan Kabupaten Tebo, khususnya desa Muara Ketalo, mari bersama- sama kita memilih paslon Suka- Syahlan untuk menjadi Bupati dan wakil bupati Tebo lima tahun kedepan,"ajaknya.

Lanjutnya, pasangan nomor urut dua ini merupakan kandidat yang mempunyai kekuatan besar, jadi sangat tepat sekali bila kita menjatuhkan pilihan kita kepada mereka.

Dijelaskannya bahwa pasangan ini bisa disebut mempunyai kekuatan besar karena diusung oleh sejumlah partai besar seperti PDI-P, PAN dan partai Golkar yang merupakan partai penguasa ditingkat kabupaten, provinsi dan pusat.

"Karena mempunyai kedekatan emosional dengan sejumlah petinggi partai besar yang sedang berkuasa tersebut, tentunya peluang bagi pasangan ini untuk melakukan upaya percepatan pembangunan dikabupaten tebo sebagaimana yang tertuang didalam 10 program unggulan Suka- Syahlan akan semakin terbuka lebar," tambahnya.

"Jika Tebo dipimpin oleh kandidat yang tidak mempunyai kekuatan besar seperti pasangan Sukandar- Syahlan, saya kwatir pembangunan Tebo akan berjalan lambat, pasalnya kalau hanya mengandalkan APBD Tebo yang nilainya sangat terbatas tersebut tanpa adanya suntikan dana dari provinsi dan pusat, percepatan pembangunan di Tebo tentu akan semakin sulit dilakukan," sebut Fahri.

Dikatakannya lagi, untuk mengantar Sukandar kembali merebut kursi Tebo satu, saya bersama keluarga besar saya akan mengajak seluruh warga untuk memilih Suka- Syahlan di Pilbup Tebo yang akan dilaksanakan pertengahan bulan depan.

Dirinya membantah sejumlah isu ditengah masyarakat yang mengatakan tebo tidak berubah selama lima tahun kepemimpinan Sukandar.

"Mohon maaf, dibandingkan era Pak Madjid Muas yang sudah berkuasa selama 12 tahun, pembangunan dimasa Pak Sukandar yang hanya 5 tahun, kabupaten Tebo sudah banyak berubah, contohnya saat ini kita sudah punya masjid agung, stadion dan sejumlah tempat wisata yang menjadi simbol Kabupaten Tebo serta masih banyak pembangunan lainnya seperti dibidang pendidikan, kesehatan, jaringan listrik dan infrastruktur," bebernya.

"Silahkan bandingkan Kabupaten Tebo dengan kabupaten seusianya seperti kabupaten sarolangun, Muaro Jambi dan kabupaten Tanjabtim. Kalau pembangunannya dibandingkan dengan kabupaten induk seperti Muara Bungo dan Batang Hari, tentu saja kita akan kalah karena dari faktor usianya saja sudah selisih jauh," sebut Fahri.

"Masyarakat sekarang sudah pintar, tidak akan terpengaruh dengan isu murahan yang sengaja dihembuskan oleh pihak lawan termasuk isu pembangunan di Eimbo Bujang yang jauh lebih maju dari daerah aliran Batang Hari. Semuanya sama, tidak ada perbedaan, untuk jalan jalur dua di Rimbo Bujang itu adalah kewenangan provinsi bukan Pemkab Tebo, dan masyarakat sudah tahu itu. Malahan proyek besar seperti Masjid agung, stadion dan sejumlah tempat wisata yang bersumber dari APBD Tebo tersebut letaknya didaerah aliran sungai Batang Hari bukan di Rimbo," tandasnya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement