Monday, 30 January 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Tudingan adanya logo Palu dan Arit pada mata uang rupiah yang baru dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI), juga merambah ke Kabupaten Tebo. Terkait tudingan itu, Pimpinan Bank Indonesia (BI) Jambi V. Carlusa mengatakan, pada logo mata uang rupiah itu sama sekali tidaklah memiliki unsur komunis ataupun  lainnya, logo yang dicantumkan asli logo BI yang dipotong secara simetris, untuk mencegah pemalsuan uang.

"Jadi masyarakat tidak perlu gaduh dengan persoalan tersebut (logo palu arit). Sebab itu bukan palu arit, hanya logo BI yang telah disepakati, kita beri nama rectoverso," tegasnya..

Pimpinan BI Provinsi Jambi ini juga mengharapkan kepada warga untuk tidak menulis, melipat ataupun lainnya yang membuat uang cepat rusak. Bila mana hendak membawa uang berpergian, diharapkan disimpan didalam dompet ataupun ditas yang tidak mebuat uang rusak.

"Kalau semua kita sadar setidaknya negara tidak banyak mengeluarkan dana untuk cetak uang. Kita beri istilah D3 (Didapat, Disimpan dan  Disayang), kita harus menyadari uang adalah simbol negara," pintanya.

Kepada para pedangan khusunya pedagang kaki lima, juga diharapkan jangan lagi mengedarkan uang yang buruk atau rusak ke masyarakat, "Jika ada uang yang rusak atau buruk, dikumpulkan dan ditukar ke bank dan lebih penting harus jeli dengan peredaran uang palsu, "pungkasnya. (p12) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement