Sunday, 15 January 2017

author photo
Oleh: Bahren Nurdin, MA

Ada logika yang salah dipahami selama ini tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sering kali orang berkata “Kan kalo pake BPJS Kesehatan, BROBAT GRATIS”. Salah! Ini adalah kesalahan fatal sehingga sangat berdampak pada perlakuan terhadap pasien yang menggunakan fasilitas ini. Maka melalui tulisan singkat ini saya ingin merubah logika ini sehingga semua pihak tidak lagi salah paham.

Dengan logika bahwa dengan BPJS berobat Gratis, memberi dampak nyata terhadap layanan yang diberikan oleh penyelenggara kesehatan baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Karena ‘dianggap’ gratis atau cuma-cuma maka pelayanan diberikan SANGAT TIDAK SERIUS. Sering sekali terjadi pengabaian terhadap hak-hak pasien hanya kerena mereka menggunakan BPJS. Pelayanan tidak baik, obat yang murah, fasilitas yang paling minim, dll. Maka logika pasien pengguna BPJS adalah GRATIS harus dirubah.

Siapa bilang berobat gratis? Saya, misalnya, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah mengabdi untuk Negara ini lebih kurang sepuluh tahun. Dan selama itu pula gaji saya sudah dipotong untuk membayar BPJS Kesehatan (dulu ASKES). Jadi, dimana logika saya berobat GRATIS? Bahkan sebaliknya, saya sudah BAYAR DULUAN kepada perusahaan BPJS. Begitu juga masyarakat lainnya yang membayar tagihan BPJS setiap bulan. Sekali lagi, logika yang mengatakan bahwa berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan adalah gratis sungguh logika yang salah. Karena gratis, maka pelayanan yang diberikan cukup seadanya; salah lagi.

Logika yang benar, pengguna BPJS Kesehatan seharusnya mendapat keistimewaan karena mereka telah menanamkan modal atau bayar duluan ke perusahaan. Buktikan saja, jika semua masyarakat Indonesia sepakat tidak membayar tagihan BPJS-nya, dipastikan perusahaan BPJS akan bangkrut. Itu artinya, uang yang digunakan  untuk memberi pelayanan kepada masyarakat adalah uang masyarakat sendiri. Masyarakatlah yang memiliki saham terbesar di perusahaan ini. Tapi mengapa perlakuan terhadap ‘pemilik’ saham sangat tidak baik? Sudahlah bayar duluan, dapat pelayanan tidak baik pula. Sungguh kejam sekali?

Logaika ini harus dirubah terutama bagi para penyelenggara kesehatan di lapangan yaitu rumah sakit atau puskesmas. Kemaren, saya mencoba menggunakan fasilitas BPSJ Kesehatan di salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKEMAS) di Kota Jambi untuk berobat Istri. Sungguh pelayanan yang diberikan jauh dari kata memuaskan. Slogan-slogan yang terpampang di dinding bangunan yang bagus itu semata hanya hiasan. Slogan “kami melayani dengan senyum, sapa, sabar (dan entah apa lagi)” hanya basa basi penghias dinding. Buktinya, mereka melayani dengan wajah-wajah garang tak bersahabat. Bekerja disambil dengan makan gorengan, sambil telfonan, sambil otak atik smart phone. Melayani masyarakat itu hanya sambilan. Main HP sambil kerja! Mengapa? karena logika yang mereka gunakan “Kan Gratis! Jadi melayani masayarakat itu disambil saja!” LOGIKA YANG SALAH!

Sekali lagi, para penyelenggara kesehatan HARUS MERUBAH LOGIKA mereka selama ini. TIDAK GRATIS, tapi sudah BAYAR DULUAN. Karena bayar duluan, maka harus diistimewakan; jangan diabaikan. Masyarakatlah pemegang saham terbesar di perusahaat BPJS itu. Saatnya untuk menghapus logika BEROBAT GRATIS! Maka berikanlah masyarakat pelayanan terbaik, obat terbaik, fasilitas terbaik. Semoga.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement