Thursday, 8 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Kedatangan puluhan ibu-ibu yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Aliran Batanghari Tuntut Keadilan (GMABTK), Kamis (8/12/2016) ke kantor Dinas PU Tebo, langsung disambut oleh Hendri Nora Kadis PU Tebo. Hendri Nora pun langsung minta beberapa orang perwakilan masa untuk bermediasi.

Dalam mediasi tersebut disepakati, besok pagi (Jumat 8/12/2016), Kadis PU Tebo bakal turun langsung ke jalan desa Pulau Panjang menuju desa Bungo Tanjung.

"Besok pagi saya kesana lihat kondisi jalannya," kata Hendri Nora saat mediasi.

Terkait permintaan masa agar Dinas PU Tebo menempatkan alat berat dilokasi, Hendri Nora mengatakan, "Kita cek dulu kondisinya. Jika memang harus diturunkan alat berat kesana, akan kita turunkan, "kata Hendri Nora lagi.

Untuk diketahui, lanjut Kadis PU, untuk tahun 2016 ini, Pemkab Tebo telah menganggarkan dana sekitar Rp 16 untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tebo Ulu. "Intinya, kita berupaya melaksanakan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah, "pungkasnya.

Pantauan PORTALTEBO.com, usai mendapat kesepakatan, massa bergerak menuju kantor DPRD Tebo.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Puluhan ibu-ibu, Kamis (8/12/2016) seruduk kantor Dinas PU Tebo. Puluhan ibu-ibu yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Aliran Batanghari Tuntut Keadilan (GMABTK) ini menuntut pemerintah Tebo dan DPRD Tebo meninjau ulang terhadap APBD 2016 serta minta DPR mengunakan fungsi pengawasan.

Selain itu, ibu-ibu ini minta pemerintah berlaku adil dalam menjalankan roda pemerintahan, terutama dalam bidang pembangunan infrastruktur.

Seterusnya, minta Dinas PU Tebo agar secepatnya memperbaiki akses jalan desa Pulau Panjang menuju dua desa yaitu, desa Pulau Jelmu dan desa Bungo Tanjung.

"Dalam waktu 3x24 jam, kami minta sudah ada alat berat di dusun kami, "teriak Riska dalam orasinya. (p08) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement