Thursday, 1 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Jika janji politik paslon Sukandar-Syahlan yang disampaikan kepada masyarakat saat ini tidak ditepati, Syahlan calon wakil Bupati Tebo periode 2017- 2022 nomor urut dua ini bukan hanya siap ditegur, tapi juga siap didemo oleh masyarakat Kabupaten Tebo. Ini disampaikannya saat sambutan acara musyawarah ranting (Musran) PDI- P di desa Betung Bedarah Barat, Kecamatan Tebo Ilir, beberapa waktu lalu.

"Jika janji politik yang tertuang didalam visi, misi dan program kerja Suka- Syahlan tidak terlaksana ketika kami duduk menjadi bupati dan wakil nanti, saya siap ditegur, saya juga siap didemo,"ujar Syahlan.

Pada kesempatan itu putra terbaik Tebo yang lahir di desa Teluk Kuali Kecamatan Tebo Ulu pada tahun 1965 ini, juga menyampaikan beberapa program unggulan Suka- Syahlan.

"Ada 10 program unggulan Suka- Syahlan diantaranya adalah memajukan infrastruktur jalan di desa dan dusun- dusun. Sebagaimana diketahui bahwa mayoritas masyarakat Tebo adalah petani karet dan sawit. Dengan kondisi jalan dan jembatan yang baik tentu akan mempermudah petani untuk mengeluarkan hasil kebun dan hasil taninya, dan otomatis ini akan memperkecil biaya operasionalnya," kata Syahlan.

Kendati Suka- Syahlan terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Tebo lima tahun kedepan, mantan ketua KPUD tebo periode 2003- 2013 ini mengaku tidak akan bisa menaikan harga karet dan sawit karena harga tersebut ditentukan oleh pasar global.

"Naik turunnya harga karet dan sawit diitentukan oleh pasar global bukan kepala daerah," tambahnya.

Namun begitu, katanya lagi, untuk mengurangi beban petani , selain fokus kepada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pemerintahan Suka- Syahlan akan memberi bantuan benih dan pupuk bersubsidi kepada petani.

Calon wakil bupati yang terkenal sederhana ini juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Suka- Syahlan akan mendatangkan investor dibidang industri diluar komoditi karet dan sawit.

"Insyallah nanti akan dibangun pabrik tepung tapioka di Kabupaten Tebo. Jadi selain karet dan sawit masyarakat bisa menanam bahan tanaman untuk tepung tapioka tersebut," pungkasnya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement