Monday, 5 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Oktober 2016 lalu, sebanyak 5 karyawan PT. Persada Harapan Kahuripan (PHK) terpaksa mengundurkan. Pasalnya, kelima karyawan tersebut diduga diancam pihak perusahaan akan dipindahkan ke Kalimantan.

Saat ini pun pihaknya perusahaan kembali melakukan ancaman yang sama untuk 40 karyawan. Hal ini diungkapkan oleh Ilham, ketua Penghimpun Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT. PHK Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir.

"Rabu (30/11/2016) kemarin, 40 orang karyawan dipanggil secara mendadak oleh pihak perusahaan (PT.PHK, red). Pihak perusahaan meminta kepada 40 orang karyawan tersebut untuk mengundurkan diri dengan alasan pihak perusahaan saat ini sedang mengalami kerugian besar. Jika tidak mau mengundurkan diri karyawan tersebut diancam akan dipindahkan kekalimantan," ujar Ilham pada PORTALTEBO.com.

Menurut dia ancaman tersebut adalah bentuk intimidasi PT.PHK terhadap karyawannya. Dan di minta pemerintah tidak boleh  melakukan pembiaran terhadap kejadian ini. "Sesuai UU ketenaga kerjaan nomor 13 tahun 2003 tentang aturan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) harusnya karyawan tersebut di PHK, karena perusahaan sudah tidak sanggup lagi menggaji karyawannya, bukan malah sebaliknya karyawan malah yang dianggap tidak sanggup bekerja lagi dan disuruh mundur, "jelasnya.

Lanjut dia, secara materi yang diterima karyawan yang mengundurkan diri dengan karyawan yang di PHK sangat jauh berbeda.

"Yang mengundurkan diri hanya menerima uang seadanya atas dasar belas kasihan dari pihak perusahaan, sedangkan PHK itu sendiri nilainya jauh lebih besar karena sudah diatur oleh undang- undang, ada uang pesangonnya,ada uang hak, uang pengganti fasilitas dan perobatan yang disesuaikan dengan masa kerja masing- masing karyawan," kata Ilham lagi.

"Dari 40 karyawan tersebut sudah 10 orang yang mengundurkan diri karena takut dipindahkan kekalimantan," sebutnya.

Dia juga mengatakan bahwa bagaimanapun keadaan keuangan perusahaan tentunya akan kembali kepada pemerintah.

"Maka dari itu saya pemerintah jangan hanya diam saja, tolong ditindak. Kalau tidak kepada pemerintah kemana lagi kami mau minta perlindungan. Jaman sudah merdeka tetapi kenapa kami para karyawan dan pekerja masih dijajah oleh perusahaan," kata Ilham lagi.

Terkait hal ini Kamal Firdaus, Kabid pengawas ketenaga kerjaan (Wasnaker) Dinas Sosnakertran tebo sewaktu dikonfirmasi via hp, meminta perwakilan 40 orang karyawan tersebut untuk segera melapor ke Dinas Sosnakertrans Tebo.

"Kami tunggu laporan resmi berikut data lengkap 40 orang karyawan tersebut. Akan kita pelajari dulu, karena perusahaan tersebut baru saja ada perubahan menejemen yaitu dari PT.PHK (Makin Group) kembali keperusahaan induknya PT Gudang Garam. Jika terbukti pasti akan kita tindak tegas sesuai aturan," ucapnya.

Mengenai adanya dugaan intimidasi oleh pihak perusahaan terhadap 40 orang karyawan tersebut, Kamal Firdaus meminta nama oknum PT PHK tersebut. "Kita tanya apa dasar dia mengatakan hal itu, andaipun itu merupakan suatu kebijakan perusahaan namun tetap tidak boleh bertentangan dengan Undang- undang," tegasnya. (p07)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement