Tuesday, 20 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Data yang dirilis BPJS Ketenagakerjaan KCP Tebo menyebutkan, sekitar 70 persen tenaga kerja di Kabupaten Tebo belum terdaftar peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Hal ini dikatakan langsung oleh Nursyawalina Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Tebo, Selasa (20/12/2016).

Dia menegaskan bahwa, seluruh perusahaan diwajibkan pekerjanya terdaftar jadi pesera BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya bakal ada sanksi khusus yang diberikan keperusahaan jika diketahui pekerjanya belum masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Untuk sektor formal, sanksi yang dikenakan yaitu kepada perusahaan di mana pekerja itu bekerja. Sanksinya berupa administratif hingga kurungan penjara. Bisa teguran tertulis, berikutnya ada denda, dan pidana," jelasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, pertama perusahaan akan diberikan sanksi administratif berupa teguran sebanyak dua kali selama satu bulan. Jika sanksi tersebut tak direspons, maka perusahaan bersangkutan akan didenda sebesar 0,1 persen/hari dari kewajiban yang harus mereka bayarkan.

"Kalau 30 hari tak dilakukan juga, kita akan hentikan layanan publik. Kita minta ke PDAM, ke PLN untuk menghentikan layanan publiknya," kata Nur.

"Kalau mereka nggak ikut. Kita juga bisa melakukan somasi ke Disnaker maupun kejaksaan," timpalnya.

Jika semua sanksi administratif sudah dilakukan tapi perusahaan tak juga mengikutsertakan para pekerjanya di BPJS Ketenagakerjaan, maka bakal kena sanksi pidana yaitu 8 tahun kurungan penjara atau denda sebesar Rp 1 miliar. "Siapa yang mau 8 tahun. 2 hari saja orang nggak mau," pungkasnya. (p08)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement