Tuesday, 13 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Kajari Kualatungkal, Pandoe Pramoekartika, SH menggelar upacara di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kualatungkal, Jumat (9/12/2016), Upacara ini dilaksanakan dalam rangka peringati Hari Anti Korupsi (HAK) se dunia tahun 2016,

Turut hadir pada upacara itu, seluruh pegawai Kejari Kualatungkal Kabupaten Tanjab Barat, siswa SMA Negeri Kualatungkal, rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.

Kajari Kualatungkal dalam amanat Jaksa Agung Republik Indonesia menjelaskan, peringatan Hari Anti Korupsi se dunia yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Desember ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan hampir di seluruh dunia. Ini menyiratkan bahwa persoalan korupsi adalah persoalan masyarakat internasional yang disadari akan berakibat pada kemiskinan, penderitaan serta kerusakan mental suatu bangsa. Melalui momentum ini, saya mengajak segenap Korp Adhyaksa untuk merapatkan barisan dan menyatukan langkah untuk mendukung agenda pemberantasan korupsi yang sudah dicanangkan Presiden dengan program nawacita dalam penegakan hukum yaitu menolak negara lemah dengan melakukan informasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya baik melalui upaya preventif maupun represif.

Disamping itu menjaga integritas dengan selalu mengedepankan rasa keadilan dan menjauhi perilaku suap dalam setiap penanganan perkara serta melayani masyarakat dengan semangat keikhlasan dan pengabdian untuk bangsa dan negara merupakan prinsip yang harus dipegang teguh oleh setiap insan Adhyaksa. Hal tersebut merupakan kontribusi nyata bagi terwujudnya negara yang bebas korupsi menuju bangsa yang bermartabat, adil dan sejahtera.

Dalam upaya menekan laju korupsi, upaya preventif yang dilakukan Kejaksaan diantaranya membentuk Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) di tingkat pusat dan daerah, program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), penyuluhan dan penerangan hukum serta penguatan jaringan masyarakat anti KKN.

"Saya harap upaya preventif tersebut dipertahankan dan ditingkatkan lagi keberhasilannya agar pencegahan tindak pidana korupsi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil guna," ungkap Kajari.

Dikatakan dia, begitu juga dengan pemberantasan pungli dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar (good and dean govermance) juga menjadi prioritas pemerintah saat ini. Atas dasar itulah Pemerintah mengeluarkan peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli).

"Yakinlah, setiap perbuatan yang dilakukan, ada tuhan yang maha esa melihat setiap detail langkah langkah kita. Mudah mudahan prinsip tersebut akan mencegah kita dari prilaku yang koruptif," tutup Kajari mengakhiri pembacaan amanat Jaksa Agung Republik Indonesia H.M. Prasetyo.

Usai menggelar upacara, Kajari langsung memberikan stiker gratis kepada pengguna jalan, dengan cara menempelkan stiker berlogo anti korupsi itu di kendaraan warga yang melintasi jalan depan Kantor Kejaksaan Negeri Kualatungkal.

Tak hanya itu saja, Kejari Kualatungkal juga berkunjung ke Dinas Pemerintah Tanjab Barat. Selain menempelkan stiker dan memberikan baju kaos, berdialog dengan pejabat Dinas Pemda Tanjab Barat untuk mensosialisasikan hari anti korupsi juga dilakukan.

Kadispenda Tanjab Barat, Yon Heri,SP,MM mengaku, telah menyambut baik pihak Kejaksaan Negeri Kualatungkal di Hari Anti Korupsi se dunia tahun ini sudah berkunjung ke Dinas Pendapatan Daerah Tanjab Barat. Selain menempel stiker anti korupsi, pihak Kejaksaan juga memberikan baju secara gratis. Bahkan berdialog sejenak mengenai hari anti korupsi kepada Sekretarisnya dan Kabid Dinas Dispenda juga dilakukan pihak Kejari Kualatungkal.

"Saya harap kedepan korupsi semakin hilang dan semakin menurun," ungkap Yon Heri, Selasa (13/12/2016).

Diingatkan dia, target PAD tahun depan, Dispenda Kabupaten Tanjab Barat termasuk paling besar nomor urut ke dua dalam Provinsi Jambi yaitu Rp 90 Milliar.

"Kita sambut baik dan bagus juga program Kejaksaan ini," tutur pria murah senyum itu.

Sembari, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakerstran) Kabupaten Tanjab Barat, Ismunandar,SH juga menuturtkan hal yang sama. Menurut dia, pihaknya juga sangat mendukung sekali kegiatan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kualatungkal Kabupaten Tanjab Barat untuk mempromosikan pencegahan di hari anti korupsi 9 Desember 2016 ini. Karena selama ini, masyarakat tahu Kejaksaan ini hanya menuntut dan menyidik saja, teryata Kejaksaan itu berbuat untuk pencegahan agar pegawai dan masyarakat tidak berbuat untuk korupsi. Maka dipromosikan atau di sosialisasikan agar korupsi tersebut tidak terjadi dilingkungan Pemerintahan ataupun di lingkungan masyarakat sendiri.

Dia berharap kedepan, dengan adanya Kejaksaan ikut proaktif sebagai salah satu leding sektor penegakan hukum tindak pidana korupsi, maka sosialisasi sosialisasi seperti ini terus dilaksanakan oleh Kejaksaan. Karena selama ini imet Kejaksaan ini tidak hanya sebagai penuntut saja, dengan adanya pendekatan preventif untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat, bahwa tindakan ini harus timbul dari lingkungan kita sendiri dan hati nurani kita sendiri.

"Kita harap kedepan agar pegawai Pemda maupun masyarakat harus berpikir sepuluh kali ulang untuk berbuat melakukan pelanggaran pelanggaran tindak pidana korupsi. Kita apresiasi sekali untuk Kejaksaan Tanjab Barat ikut mempromosikan pencegahan preventif dalam tindakan pidana korupsi," kata Ismunandar.

Disisi lain, Dinas Sosnakerstran Tanjab Barat termasuk pihak yang berhasil menyerap pendapatan asli daerah (PAD) dari IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing), setelah Perda nomor 7 tahun 2015 keluar.

"Target kita tahun 2016 ini hanya Rp 370 jutaan lebih, teryata kita bisa memungut retrebusi dari IMTA itu sendiri hampir mendekati Rp 700 juta lebih. Jadi boleh dikatakan 100 persen lebih. Tahun 2017 kita targetkan lagi Rp 600 juta PAD dari IMTA itu," tandasnya. (p11)

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement