Friday, 2 December 2016

author photo
Ilustrasi sumber Internet 
PORTALTEBO.com - Dikutip dari situs media Bisnis.com bahwa diberitakan Harga karet berhasil rebound pada perdagangan pagi Kamis (1/12/2016), seiring dampak reli harga minyak mentah dunia setelah OPEC memutuskan membatasi produksinya untuk pertama kali sejak 2008.

Harga karet untuk pengiriman Mei 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange, melejit 3,16% atau 7,20 poin ke 235,30 yen per kilogram (kg) pada pukul 09.16 WIB.

Sebelumnya, harga karet kontrak Mei dibuka turun 0,22% atau 0,50 poin di posisi 227,60 yen per kg.

Harga karet kontrak Mei 2017 telah melemah beberapa hari sebelumnya seiring adanya profit taking setelah efek kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS mulai berkurang serta melemahnya mata uang yuan yang berimbas ke bursa TOCOM.

Harga karet namun berhasil rebound pagi ini seiring dampak reli minyak yang ditutup hampir 10% setelah OPEC sepakat untuk memangkas produksi mulai Januari sekitar 1,2 juta barel perhari (bph) atau 3% menjadi 32,5 juta bph.

Di sisi lain, harga karet diprediksi mengalami tren positif seiring dengan bertumbuhnya permintaan China.

Ma Xuezhe, analis Brilliant Futures Co. Ltd., mengatakan pemerintah China menerapkan kebijakan untuk mengurangi penggunaan truk tua guna penjagaan lingkungan dan menindak muatan barang yang berlebih bagi truk besar. Hal ini menyebabkan lonjakan permintaan ban yang tak terduga.

"Permintaan ini mendorong harga karet. Penjualan dan produksi truk-truk besar telah meningkat lebih dari 20% selama tahun ini, dan ada pertumbuhan 50% pada November," tuturnya, Selasa (29/11).

Menurut data China Association of Automobile Manufacturers, penjualan truk berat (heavy trucks) meningkat 54% sepanjang tahun berjalan pada Oktober 2016.

Sementara itu, China Passenger Car Association menyebutkan penjualan mobil pada Oktober naik 20% menjadi 2,22 juta unit, sekaligus mencatatkan pertumbuhan dalam delapan bulan berturut-turut.

Xuezhe menyampaikan, penguatan harga karet juga didorong oleh turunnya persediaan di Negeri Panda. Berdasarkan data Shanghai Future Exchange, stok berkurang 35% menjadi 237.602 ton pada pekan lalu.

Deddy Yusuf Siregar, Analis Asia Tradepoint Futures, menuturkan dalam waktu dekat harga terdorong sentimen positif karena minimnya stok karet di China dan tumbuhnya permintaan dari negara tersebut. Di SHFE, cadangan karet merosot 35% menjadi 237.602 ton menunjukkan penurunan terbesar sejak 2004.

"Melihat kondisi sekarang, harga karet di bursa Tokyo sampai akhir tahun berpeluang bergerak dalam rentang 200--248 yen per kg," tuturnya kepada Bisnis.com.

Sementara itu, nilai tukar yen Jepang pagi ini terpantau melemah tipis 0,02% atau 0,02 poin ke 114,48 per dolar AS pada pukul 09.22 WIB.

Sumber Bisnis.com

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement