Thursday, 1 December 2016

author photo
Terkait Warga SAD Tidak Berani Buka Lahan Dengan Cara Dibakar

PORTALTEBO.com - Adanya larangan terkait membuka lahan dengan cara dibakar membuat puluhan hektare sawah milik kelompok Suku Anak Dalam (SAD) Sungai Dahan, Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, terlantar. Pasalnya, lahan sawah tersebut tidak digarap karena mereka (SAD) takut membersihkan lahan dengan cara dibakar. Hal ini dibenarkan oleh Sarjono Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tebo.

"Kita sudah mengetahui hal itu, namun untuk membakar lahan, kita tidak berani untuk menjaminnya, karena ini terkait masalah hukum, " kata Sarjono.

Namun, lanjut Sarjono, pihaknya pernah memberikan solusi kepada warga SAD untuk mengunakan racun rumput dalam mengolah atau membersihkan lahan mereka. Namun hal tersebut dianggap bisa menurunkan hasil produksi.

"Kita pernah mengusulkan untuk mengunakan racun rumput, dan kita siap membantu pengadaan racun rumputnya, namun mereka mengangap itu bisa mengurngi hasil produksi nantinya" kata Sarjono.

Sarjono juga berharap ada solusi dari semua pihak terkait. Agar pertanian padi ladang warga SAD ini bisa dilakukan." inikan pertnaian. Padi tumpang sari, jadi kalau menggunakan racun rumput, mereka takut akan berakibat pada sawit dan karet mereka. Untuk itu kepada pihak terkait agar bisa segara mencari solusi permelahan ini" tuntas Sarjono.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sedikitnya ads 70 hektar lahan pertanian padi ladang Suku Anak Dalam (SAD) Sungai Dahan sejak Agustus lalu terbengkalai. Hal tersebut dikarenakan larangan membakar lahan, sehingga Warga SAD ketakutan. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Firdaus Pendamping SAD Sungai Dahan Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir.

Firdaus menjelaskan bahwa sejak panen akabar Maret 2016 lalu, sebanyak 66 Kepala Keluarga SAD Sungai Dahan tidak berani lagi melakuka penanaman ulang.

"Sejak panena maret lali, hingga saat ini mereka (warga SAD) tidak berani lagi bertanam padi, akibatnya puluhan hektar lahan terbengkalai" kata Firdaus.

Tidak beraninya warga SAD melakukan penanaman padi, karena warga SAD Sungai Dahan yang biasanya mengolah lahan dengan cara membakar. Namun kini mereka tidak berani lagi dengan adanya larangan membakar lahan.

"Biasanya mereka (warga SAD) mengolah lahannya dengan membakar, namun setelah adanya larangan, jadinya mereka tidak berani lagi" ungkap Firdaus.

Pihak SAD berharap kepada pihak terkait bisa memberikan solusi agar warga SAD bisa kembali melakukan pertanian padi tanpa ada rasa takut.

"Kita berharap ada solusi dari pemerintah, agar bisa warga SAD bisa kembali bertanam padi. Karena itu sumber makanan pokok mereka" kata Firdaus. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement