Wednesday, 14 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Meski keterangan pihak desa mengatakan bahwa dari 4 tambang galian C yang berada di dua desa yaitu, 3 di desa Pulau Panjang dan 1 di Desa Pulau Jelmu. Dua diantaranya sudah memiliki izin. Namun retribusinya sama sekali tidak masuk ke kas daerah. Hal itu diungkapkan oleh Agung Purnomo Kabid Pendapatan dan Penagihan Dispenda Tebo.

Bahkan menurut Agung, pihak Dispenda Tebo tidak mengetahui adanya penarikan retribusinya angkutan pasir di daerah Desa Pulau Panjang dan Pulau Jelmu.

"Adanya Galian C di situ saja kita baru dengar, apalagi penarikan retribusinya. Jadi tidak pernah ada retribusi tersebut masuk ke Dispenda" ujar Agung.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu, ibu-ibu yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Aliran Batanghari Tuntut Keadilan (GMABTK) gelar aksi demo di kantor PU, DPRD dan kantor Bupati Tebo. Kedatangan ibu-ibu ini menuntut Pemkab Tebo untuk segera memperbaiki jalan yang melewati desa Pulau Jelmu, Pulau Panjang, dan Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu.

Setelah dilakukan crosscek ke lokasi, ternyata rusaknya parahnya jalan yang melewati desa Pulau Jelmu, Pulau Panjang, dan Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu, akibat angkutan pasir yang melebihi tonase. Parahnya lagi, angkutan pasir yang sering lewat untuk membeli pasir dari 4 Galian C tanpa izin di daerah tersebut. (p08) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement