Friday, 23 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Disegel ratusan warga petani yang tergabung dalam koperasi olak gedong melako intan (OGMI), pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.Persada Alam Hijau (PAH) Kelurahan Sungai Bengkal, kecamatan Tebo Ilir sebut mengalami kerugian Rp 100 juta per hari. Hal ini diungkapkan oleh Fargus Yunidar Dunda, pihak PT.PAH.

"Sejak disegel petani, Senin (19/12/2016) Kamis, kita mengalami kerugian sebesar Rp 400 juta," ujarnya.

Dijelaskannya, puluhan ton TBS kelapa sawit membusuk, baik yang sudah dipanen maupun yang belum dipanen akibat distopnya seluruh aktivitas perusahaan.

"Sedikitnya kerugiannya yang kita alami Rp 100 juta per hari, jadi kalau 4 hari kerugian sudah mencapai Rp 400 juta," tambahnya.

Terkait tuntutan petani agar pihak perusahaan segera mengeluarkan pembagian hasil sebagaimana kesepakatan awal antara pihak koperasi dan PT.PAH, dia mengatakan saat ini masih menunggu keputusan menejemen pusat.

"Sekarang menejemen pusat terus melakukan koordinasi untuk mencari jalan keluar agar permasalahan ini selesai. Minggu depan rencananya menejemen PT.PAH akan mengadakan pertemuan dengan pemkab tebo untuk membahas hal ini," kata Fargus Yunidar Dunda.

Ketika ditanya kendala sehingga pembagian hasil tersebut belum dilaksanakan oleh PT.PAH padahal kelapa sawit sekarang rata- rata sudah berusia 81 bulan, dan seharusnya menurut perjanjian awal yang sudah disepakati bersama seharusnya pembagian hasil sudah bisa dilaksanakan saat kelapa sawit berumur 49 bulan (Tahun 2012 lalu) dirinya enggan berkomentar.

"Maaf, saya sekarang lagi dalam perjalanan menuju sarolangun, disini signal agak susah. Lain kali saja konfirmasinya," ujarnya sembari memutus sambungan telpon.

Diketahui, persoalan antara petani yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa Olak Gedong Melako Intan (OGMI) Kabupaten Tebo dengan PT PAH, tak kunjung selesai. Meski susah bertahun dan berkali-kali, para petani menggelar aksi agat persoalan tersebut segera diselesaikan.

Kali ini, Senin (19/12/2016), sekitar pukul 09.00 Wib, ratusan petani kembali mengelar aksi di kantor PT PAH yang berada di Afdeling 2, Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir.

Sama seperti tuntutan pada aksi-aksi sebelumnya, para petani minta PT. PAH transparan dalam pembagian hasil panen Tandan Buah Segar (TBS). Puncak dari aksi ini, para petani menutup kantor PT. PAH dengan cara memasang palang di pintu masuk kantor dengan menggunakan kayu.

"Kami minta PT PAH tranparansi dalam pembagian hasil TBS. Sebelum permintaan ini dipenuhi, kami menutup aktivitas perkantoran PT PAH sampai ada titik terang terkait permintaan kami, "kata petani. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement