Thursday, 8 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Usai gelar aksi di kantor DPRD Tebo, puluhan massa yang terdiri dari ibu-ibu bergerak menuju kantor Bupati Tebo. Sampai di kantor Bupati, massa langsung gelar orasi.

Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antar massa dengan petugas keamanan. Pasalnya, massa memaksa menerobos pintu kantor Bupati Tebo untuk bisa bertemu Bupati.

Selang beberapa menit, Abu Bakar Sekda Tebo keluar dari kantor Bupati dan langsung menjumpai massa. Aksi dorong-dorongan pun langsung terhenti.

"Saya minta perwakilan dari ibu-ibu (massa) untuk menyampaikan apa yang mau disampaikan, "ujar Abu Bakar.

Saat mediasi di ruang kantor Sekda, sempat terjadi adu argumen antara perwakilan massa dengan Sekda Tebo. Saat itu, massa menduga jika kerusakan jalan desanya disebabkan oleh lalu lelang kendaraan angkutan batu milik kepala desa.

"Angkut batunya pakai mobil fuso. Makanya jalan kami jadi rusak," kata perwakilan massa kepada Sekda.

"Yang memberi izin angkutan itu pak kades, yakni kades Pulau Jelmu, Bungo Tanjung dan Pulau Panjang, "kata perwakilan massa lagi sembari minta kepada Sekda agar menindak angkutan batu tersebut.

Hal ini langsung ditanggapi Abu Bakar Sekda Tebo. Sekda langsung menginstruksikan kepala Kesbangpolinmas Tebo untuk segera memanggil ketiga kepala desa tersebut.

"Itu galian C. Artinya harus izin provinsi. Jadi, segera panggil kadesnya untuk klarifikasi, "perintah Sekda ke Kepala Kesbangpolinmas Tebo.

Tidak hanya itu, Sekda juga menginstruksikan kepada Kadis PU agar segera turun kelokasi untuk mengcrosscek kondisi jalan. "Besok pagi, saya perintahkan juga Kadis PU kesana. Lihat kondisi jalan rusak disana," ucap Sekda dan langsung di iyakan Hendri Nora Kadis PU Tebo.

Setelah mendapat kesepakatan, massa merasa puas dan membubarkan diri.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, puluhan ibu-ibu, Kamis (8/12/2016) seruduk kantor Dinas PU Tebo. Puluhan ibu-ibu yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Aliran Batanghari Tuntut Keadilan (GMABTK) ini menuntut pemerintah Tebo dan DPRD Tebo meninjau ulang terhadap APBD 2016 serta minta DPR mengunakan fungsi pengawasan.

Selain itu, ibu-ibu ini minta pemerintah berlaku adil dalam menjalankan roda pemerintahan, terutama dalam bidang pembangunan infrastruktur.

Seterusnya, minta Dinas PU Tebo agar secepatnya memperbaiki akses jalan desa Pulau Panjang menuju dua desa yaitu, desa Pulau Jelmu dan desa Bungo Tanjung.

"Dalam waktu 3x24 jam, kami minta sudah ada alat berat di dusun kami, "teriak Riska dalam orasinya. (p08)


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement