Wednesday, 14 December 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Rusaknya parahnya jalan yang melewati desa Pulau Jelmu, Pulau Panjang, dan Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu, ternyata akibat angkutan pasir yang melebihi tonase. Parahnya lagi, angkutan pasir yang sering lewat untuk membeli pasir dari 4 Galian C tanpa izin di daerah tersebut.

4 Galian C tersebut berada di dua desa yaitu 3 di desa Pulau Panjang dan 1 di Desa Pulau Jelmu. Kepala Desa Pulau Panjang, Afrizal juga mengakui bahwa setiap harinya sekitar 50 truck melewati jalan tersebut dengan Mambawa pasir dari 4 Galian C.

"Kalau tiap hari, sekitar 50 mobil yang mengambil pasir" kata Afrizal.

Begitu juga yang disampaikan Kepala Desa Pulau Jelmu, Wahab. Dirinya mengakui bahwa ada 1 Galian C di desanya dan 3 buah di Desa Pulau Panjang. Dirinya mengakui bahwa dua diantaranya sudah memiliki izin. Namun saat ditanyakan apakah izin Galian C tersebut dari provinsi, ternyata buka. Dirinya juga mengakui bahwa dibangunnya Galian C tersebut untuk memudahkan masyarakat dalam mebangun sehingga tidak perlu jauh-jauh membeli pasir lagi.

"1 di Desa Pulau Jelmu, 3 di Des Pulau Panjang, duanya sudah ada izin, tapi saya tidak tahu kalau izin harus dari provinsi. Ini kita bangun untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pasir untuk pembangunan" kata Wahap.

Selain tanpa memiliki izin, Parahnya lagi, angkutan Galian C tersebut juga mengakibatkan rusaknya jalan di darah tersebut, dan bahkan para supir angkutan mengaku membayar Rp 15 ribu ke pihak desa setiap kali lewat. Artinya dalam sehari pihak desa mendapatkan Rp 750 ribu dari para angkutan pasir, dan dalam sebulan bisa menghasilkan Rp 22,5 juta.

"Setiap lewat kami bayar 15 ribu, jadi kami bukan lewat secara gratis saja di jalan ini" ujar Bujang sopir truk.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu, ibu-ibu yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Aliran Batanghari Tuntut Keadilan (GMABTK) gelar aksi demo di kantor PU, DPRD dan kantor Bupati Tebo. Kedatangan ibu-ibu ini menuntut Pemkab Tebo untuk segera memperbaiki jalan yang melewati desa Pulau Jelmu, Pulau Panjang, dan Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement