Thursday, 17 November 2016

author photo
Oleh: Bahren Nurdin, SS., MA

“Selamat Datang di Universitas Tebo / Welcome to Tebo University”.  Sebuah gerbang gagah dan mewah menganga menyembut siapa saja. Gerbang ini berbentuk sebuah buku raksasa yang terbuka menghadap ke langit. Slogannya tertulis “Penabur Ilmu, Pengawal Peradaban”. Orang-orang keluar masuk, hilir mudik melalui gerbang itu. Para petugas menyapa dengan senyum dan keramahan. Dalam kawasan seratus hektar itu nampak bangunan berdiri kokoh dan teratur. Setiap bangunan memiliki nama masing-masing sesuai dengan papan nama yang menempel. Pohon-pohon hijau dan rindang. Burung-burung beterbang ke sana ke mari.  Kendaraan lalu-lalang dengan tertib dan teratur. Orang-orang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Di trotoar nampak beberapa mahasiswa berjalan sambil memeluk erat buku. Masjid kampus yang besar dan indah selalu menjadi pusat aktivitas civitas kampus ini. Taman-taman kampus yang asri dipenuhi para mahasiswa untuk berdiskusi. Inilah nuansa akademis yang begitu tentram dan menyenangkan. Surganya pencinta ilmu.

Di mana kampus ini? Karena lahan yang 100 hektar itu belum ditemukan, maka saat ini, kampus ini masih barada di dua lokasi. Kampus satu,  di dalam kepala saya berbentuk impian. Kapus dua, di dalam laptop saya berbentuk kata-kata yang terhimpun dalam ‘Grand Design Pembangunan Tebo” yang sudah saya tulis sejak beberapa tahun silam. Kapan anda bisa berkunjung? Andalah sebagai orang Tebo yang menentukannya! Di tangan anda pilihan itu.

Berdirinya perguruan tinggi di suatu daerah adalah sebuah keharusan. Ada beberapa alasan sederhana yang perlu diperhatikan; (bersambung…)

Penulis adalah seorang motivator pendidikan Provinsi Jambi dan juga dosen di IAIN Jambi

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement