Thursday, 3 November 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Pada Pilkada Serentak 2017 ini, pemilih disyaratakan harus memiliki KTP Elektornik atau kerap disebut e-KTP. Sementara, sedikitnya ada sekitar 15 ribu jiwa atau penduduk di Kabupaten Tebo yang belum ditetapkan atau belum memiliki e-KTP. Hal ini diungkapkan oleh Kombes Pol Nugroho Aji Wakapolda Jambi saat berkunjung ke Posko Tim Pemenangan Sukandar-Syahlan, Rabu (2/11/2016).

Atas persoalan e-KTP ini, Wakapolda minta kepada masing-masing Tim Pemenangan paslon agar bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik. Begitu juga dengan hal-hal yang berpotensi bakal menganggu pelaksanaan Pilkada nanti, agar segera diantisipasi demi keamanan dan kesuksesan Pilkada di Tebo nanti.

"Kita ingin pelaksanaan Pilkada ini berjalan aman dan sukses. Jadi saya minta selesaikan semua permasalahan dengan baik dan bijak," kata Wakapolda.

Terkait hal ini, Wartono Triyan Kusumo Ketua Tim Pemenangan Sukandar-Syahlan mengatakan, dari data yang dihimpun timnya, sedikitnyaada 15 ribu jiwa atau penduduk di Tebo yang belum ditetapkan atau terdaftar untuk memiliki e-KTP. Belum ditetapkannya 15 ribu jiwa tersebut sebagai pemilik e-KTP, ujar dia, selalu didegung-dengungkan oleh kompetitor (Hamdi-Harmain) dari pihak kita yang sengaja menghalangi untuk diterbitkan. Dengan alasan untuk mengurangi suara atau mata pilih pada Pilkada 2017 nanti.

"Ini yang selalu didegungkan kompetitor kita. Kita seolah-olah sengaja menghambat penerbitan E-KTP ini. Padahal, kalau pun 15 jiwa tersebut e-KTP nya diterbitkan, belum tentu semuanya pendukung kompetitor kita," ujar Tono kepada Wakapolda Jambi.

Padahal, kata Tono, dalam 15 ribu jiwa tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Tebo. Bahkan dari data yang didapat, lanjut dia, di Kecamatan Rimbo Bujang yang merupakan basis masa paslon Sukandar-Syahlan yang belum ditetapkan sebagai pemilik e-KTP.

"Jadi, sebenarnya kita yang dirugikan. Karena yang terbanyak belum memiliki e-KTP berada di kecamatan yang menjadi basis kita. Tapi kompetitor, beranggapan ini sengaja kita ciptakan,"kata dia lagi.

Lebih jauh dijelaskan Tono, ada dua paslon yang akan berkompetisi pada Pilkada Tebo 2017 nanti. Pertama pasangan Hamdi-Harmain dengan nomor urut satu (1), dan pasangan Sukandar-Syahlan dengan nomor urut dua (2).

"Kedua-duanya adalah incumbent. Jadi kalau mau disalahkan, ya salahkan kedua-duanya. Jangan ciptakan opini seolah-olah ini salah dari pihak kita saja, "ujarnya.

Meski demikian, Tono mengaku sudah menginstruksikan dan memberi kesempatan kepada Pj Bupati Tebo untuk segera menyelesaikan persoalan e-KTP ini.

"Kami disini (tim pemenangan Sukandar-Syahlan) sepakat pada Pilkada ini mengedepankan demokratis dan bermasyarakat. Kami juga selalu mewanti-wanti tim dilapangan agar tidak melayani Black campaign. Ini artinya, kami ingin Pilkada ini terlaksana dengan aman dan sukses, "tuntasnya. (p08)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement