Thursday, 3 November 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Pihak Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Persada Harapan Kahuripan (PHK) yang lebih dikenal dengan PT Makin (Makin group) disinyalir sudah melakukan tindakan intimidasi terhadap sejumlah karyawannya.

"Minggu lalu lima orang karyawan diancam akan dipindahkan ke Kalimantan jika tidak mau menerima visa yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan," ujar Ilham, ketua Penghimpun Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT PHK Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, Kamis (3/11/2016).

Dia menjelaskan bahwa visa adalah semacam uang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang besarannya jauh lebih kecil dari PHK atau pun tali asih.

"Biasanya besaran tali asih bagi karyawan yang diminta mengundurkan diri dengan masa kerja sekitar 4 tahun sebesar Rp 17 juta, tapi dengan menerima visa karyawan hanya menerima uang dengan nilai berkisar 10 juta," jelasnya.

Lanjut Ilham, selain diancam akan dimutasi ke Kalimantan jika karyawan tidak mau mengundurkan diri dan menerima uang visa tersebut, proses pemanggilan lima orang karyawan tersebut juga dilakukan oleh pihak perusahaan secara diam- dian tanpa pemberitahuan kepada pihak SPSI PT PHK.

"Dengan memanggil karyawan secara diam- diam tanpa sepengetahuan kami (SPSI, red), berarti pihak PT Makin sudah tidak menghargai SPSI sebagai organisasi para pekerja. Apakah seperti ini yang namanya kerja sama itu," katanya lagi.

Dia juga mengatakan bahwa permasalahan ini sudah dilaporkan ke Dinas Sosnakertran Tebo. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penyelesaian. "Sepertinya ada permainan antara oknum Dinsosnakertran dengan pihak perusahaan," tudingnya.

Sementara pihak PT PHK sampai berita ini diturunkan belum berhasil dimintai tanggapannya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement