Thursday, 10 November 2016

author photo
Sepuluh November, adalah hari nasional memperingati hari pahlawan yang banyak berguguran ketika berjuang melawan penjajahan demi terwujudnya satu kemerdekaan dan kedaulatan negara republik Indonesia. Sebuah kisah yang menggugah semangat patriotisme anak bangsa dalam melanjutkan estafet perjuangan dari masa ke masa, hingga kinipun kisah ini masih bertemakan ceremonial refleksi perjuangan pahlawan bangsa yang gagah dan berani.

* * * * * * *

Tujuh puluh satu (71) tahun berlalu sudah bangsa ini telah meraih satu prestasi perjuangan yang tidak sedikit mengisahkan banyak sekali cerita-cerita yang syarat akan peneladanan dan motivasi. Kisah ini menjadi begitu akrab bagi kita anak bangsa yang mengisi ruang prestasi perjuangan yang kita kenal dengan “kemerdekaan” yaitu, simbolisai kebebasan dan pembasan dari cengkraman penjajahan kolonialisme. Kemerdekaan sebuah cita-cita agung dan wujud nyata kerinduan dari nenek moyang kita terdahulu, sehingga mereka dengan rela dan ikhlas menyerahkan segala yang ada pada diri mereka berjuang untuk mewujudkan cita-cita agung tersebut.

Pahlawan, sebuah perbendaharaan makna ungkapan yang kita fahami mampu mewakili rasa kagum, terharu dan rasa hormat kita kepada mereka-mereka yang tidak pernah sedikitpun mengharapkan pamrih dalam berjuang mewujudkan kebebasan tersebut, karna kita sangat yakin dan percaya apa yang mereka lakukan itu hanyalah demi bagaimana anak-anak cucu mereka kelak merasakan satu kebebasan yang tidak pernah lagi merasakan penindasaan dan penjajahan. Dan hari ini tentunya perjuangan itu terwujud, kitapun menikmati buah hasil perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah merelakan merahnya darah mereka mengalir ditanah bumi pertiwi ini.

Kita sebagai generasi muda  tidak bisa lagi harus membiarkan kondisi generasi bangsa ini secara terus menerus dalam belenggu kesemuan arah, mesti segera mengambil langkah-langkah sadar, bahwa suatu ketika jika hal ini dibiarkan terus berlanjut maka bangsa ini akan menemui kegagalannya sebagai sebuah negara, karena telah menjadikan rakyatnya miskin dan menderita, kemerdekaan yang kaqiqi menjadi sia-sia belaka.

Sesungguhnya akan lebih bermakna sekiranya kita mampu mentransformasi nilai-nilai kepahlawanan ini dalam diri kita, membumikan sebuah kreativitas yang banyak memberikan manfaat untuk bangsa dan negara ini, menjadi pemotor gerakan perbaikan dari kecacatan lingkaran setan bangsa kita hari ini. Sampailah dimana esensi kemerdekaan yang haqiqi dapat dirasakan utuh oleh seluruh rakyat indonesia.

Sudah pula saatnya sekarang kita sebagai generasi muda yang mewarisi negeri ini dengan segala kekayaan yang ada didalamnya untuk melanjutkan perjuangan pada tahap selanjutnya, apakah perjuangan itu??yaitu mengisi kemerdekaan dengan cara membangun kreatifitas diri untuk mengelola negeri ini berikut kekayaan yang ada didalamnya dapat kita manfaatkan dengan baik, untuk kepentingan bangsa kita sendiri, kesejahteraan, keharmonisan dan rasa aman dapat kita wujudkan bagai kepentingan kita bersama.

Penulis : Andiyan Antono Mahasiswa STIT Tebo


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement