Wednesday, 23 November 2016

author photo











PORTALTEBO.com – Kian hari bisnis pertambangan batubara di Kabupaten Tebo semakin menurun. Pasalnya, dari 23 Perusahaan batubara yang beroperasi di Kabupaten Tebo, saat ini hanya tinggal 2 perusahaan yang masih beraktivitas atau masih produksi. Hal itu diungkapkan oleh Hendriyanto Kepala Bagian Pertambangan Dinas ESDM Tebo,Rabu (23/11/2016).

“Tinggal dua perusahaan yang produksi yaitu PT DBS dan PT AAA, selebihnya tutup sementara,” ujar Hendriyanto dikonfirmasi PORTALTEBO.com.

Dijelaskannya, ada beberapa alasan pihak perusahaan menutup sementara perusahaannya, diantaranya disebabkan harga batu bara yang kurang menguntungkan pihak pengusaha, atau harganya sangat murah dipasaran.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Hendriyanto, dikawatirkan akan berdampak pada pendapatan daerah Tebo. Pasalnya, kata dia, selama ini pendapatan dari sector batubara terbesar kedua di Tebo. “Yang masih aktif hanya dua perusahaan. Ini tentunya akan berdampak pada pendapatan daerah,” kata dia lagi.

Saat disingung terkait pola bagi hasil terkait perubahan nomenklatur dimana ESDM ditarik ke Provinsi Jambi, Hendriyanto mengataka jika itu tidak berpengaruh terhadap pendapatan daerah atau bagi hasil. “Pola bagi hasi seperti biasa. Tidak berpengaruh dengan perubahan kebijakan ini, dimana untuk Pusat 20 persen, Daerah 80 persen. 80 persen inipun dibagi Tiga, dimana untuk Daerah penghasil 32 persen, Provinsi 16 persen, dan 32 persen dari 80 persen itu dibagi seluruh kabupaten sekitarnya. Pungkasnya. (p09)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement