Wednesday, 9 November 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Tebo menyarankan Koperasi Unit Desa (KUD) Olak Gedong Melako Intan (OGMI) mitra perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Persada Alam Hijau (PAH) Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, untuk melaksanakan rapat anggota luar biasa (RALB) untuk membentuk pengurus koperasi yang baru. Sebagaimana surat dari ratusan petani yang meminta agar badan pengawas koperasi melaksanakan RALB yang ditembuskan kepada Disbun beberapa waktu yang lalu, ungkap Supadi, Kadisbun Tebo sewaktu dikonfirmasi Selasa (8/11/2016).

"Laksanakan RALB untuk membentuk kepengurusan koperasi yang baru, setelah itu baru serah terima jabatan," ujarnya.

Terkait permasalahan pembagian hasil, Kadisbun mengatakan bahwa kemarin sore (8/11/2016) sudah mengadakan pertemuan dengan pengurus koperasi dan menejemen PT PAH, di aula kantor Disbun Tebo.

"Ada beberapa point yang disepakati dalam pertemuan itu, diantaranya adalah dana talangan yang biasanya diterima oleh petani per hektarnya setiap bulan hanya Rp 20 ribu menjadi Rp 40 ribu," kata Supadi.

"Kita lihat dulu satu semester ini (6 bulan, red) yaitu bulan november 2016 hingga bulan juli 2017) setelah itu baru kita evaluasi lagi mudah- mudahan ada perubahannya. Harusnya tahun 2012 lalu petani sudah menerima uang bagi hasil bukan dana talangan lagi, tapi karena masih ada kurang lebih 100 hektar yang belum ditanam, kebun PT PAH ini disebut kebun gagal atau disebut juga kebun kelas C, sehingga belum bisa melaksanakan pembagian hasil," jelasnya.

Kemudian, lanjut Supadi, pengurus koperasi harus transfaran mengenai seluruh laporan keuangan yang berkaitan dengan pengelolaan perkebunan sawit PT PAH kepada seluruh petani atau anggota koperasi melalui rapat anggota.

"Kalau tidak ada rapat anggota bagaimana cara pengurus melaporkan berapa biaya perawatan, pupuk, hasil TBS sawit dan yang lainnya kepada petani," tambah Supadi.

"Hasil pertemuan hari ini, jangan dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan RALB, itu masalah internal tidak ada hubungannya dengan masalah yang dibahas tadi. Kalau petani atau anggota meminta dilaksanakan RALB, ya harus laksanakan, secara aturan wajar saja kalau kalau anggota minta RALB karena KUD OGMI memang belum pernah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)," pungkasnya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement