Monday, 17 October 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Meski sudah banyak cara yang ditempuh oleh petani yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa Olak Gedong Melako Intan (KUD OGMI) Desa Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, untuk menuntut bagi hasil kebun dengan PT PAH, namun hingga saat ini belum juga menemukan jalan keluar.

Terkait gak itu, Supadi Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kabupaten Tebo menyarankan agar petani atau anggota KUD OGMI segera melaksanakan rapat anggota. Pasalnya, menurut dia, dengan melaksanakan rapat anggota, petani bisa tahu seperti apa keuangan di KUD tersebut.

"Bagaimana anggota bisa tahu seperti apa keuangan di koperasi itu. Bisa saja ada penyimpanan yang dilakukan pengurus koperasi atau perusahaan. Jadi baiknya segera lakukan rapat anggota," ujar Supadi

Menurut dia, koperasi adalah sebuah organisasi bukan milik pribadi. Sesuai aturan perundang- undangan koperasi harus melaksanakan rapat anggota paling sedikit satu tahun sekali, dan kepengurusan koperasi itu hanya untuk jangka tiga tahun, setelah itu harus ada pemilihan pengurus koperasi yang baru yang tentunya melalui rapat anggota.

"Entah itu Rapat Anggota Tahunan (RAT), Rapat Khusus atau pun rapat anggota luar biasa (RALB)," jelasnya.

"Sekarang benahi dahulu koperasi, bentuk kepengurusan yang baru. Dilihat dalam permasalahan pembagian hasil yang terus molor dari jadwal yang sudah disepakati ini, antara PT.PAH dan ketua koperasi sepertinya main kucing- kucingan," tambahnya.

Kadisbun mengaku jika persoalan bagi hasil yang selama ini di tuntut petani, sudah disampaikan ke pihak PT PAH Pusat.

"Saat pertemuan dengan pimpinan PT.PAH di Jakarta kemarin, tuntutan petani tersebut sudah saya sampaikan, dan mereka bilang dalam waktu dekat akan segera turun kelokasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut," tuntasnya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement