Sunday, 23 October 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Kalau sebelumnya 23 orang anggota DPRD Tebo menyatakan All Out memenangkan Suka-Syahlan, kini giliran Jumawarzi, Ketua PAC PDIP Kecamatan Tebo Ilir yang tinggal di Desa Betung Bedarah Barat, Kecamatan Tebo Ilir yang sebelumnya sempat digadang-gadangkan akan menjadi pendamping Sukandar untuk maju di Pilkada Tebo 2017, meminta kepada seluruh pendukungnya untuk merapat kepasangan Suka-Syahlan.

"PDIP adalah salah satu partai pengusung Suka-Syahlan. Sebagai kader PDIP tentunya saya harus mendukung kandidat yang diusung partai," ujar Jumawarzi saat dikonfirmasi via Hp, Minggu (23/10/2016).

Kendati belum ada intruksi secara resmi dari partai kepada dirinya, namun ia meminta kepada seluruh pendukungnya untuk segera merapat ke Suka-Syahlan.

"Diminta kepada seluruh simpatisan dan pendukung saya untuk merapat dan berjuang bersama memenangkan pasangan Suka-Syahlan. Mari kita berjuang sama-sama untuk menjadi Suka-Syahlan menjadi Bupati dan Wakil Vupati Tebo periode 2017- 2022," himbau Jumawarzi.

Pengusaha sukses ini juga mengaku akan berjuang keras untuk mengantar Sukandar merebut kembali BH 1 WZ.

"Sekuat tenaga saya akan berjuang untuk memenangkan pasangan Suka-Syahlan," tegasnya.

Menurut tokoh yang kerap disapa Bang War ini, dibandingkan era Madjid Muaz, Tebo dibawah kepemimpinan Sukandar sudah jauh berubah.

"Di Kecamatan Tebo Ilir misalnya, ada pengaspalan jalan di Desa Vetung Bedarah Barat, jaringan listrik di Desa Kunangan, pengaspalan jalan di Dusun Pegambiran desa Kunangan, pengaspalan jalan depan pasar Sungai Bengkal, pengerasan jalan dari desa Muara Ketalo ke Desa Teluk Rendah Ulu, pembukaan dan pembersihan jalan lokasi Aek Hangat Kelurahan Sungai Bengkal yang saat ini kabarnya juga sedang ada pengerjaan lanjutannya,"kata dia.

"Kemudian cetak sawah, irigasi, pembangunan pasar pasar tradisional Teluk Rendah, juga di Sungai Bengkal, selanjutnya rehab dan penambahan ruang kelas baru mulai dari sekolah SD, SMP dan SMA, yang semuanya bersumber dari APBD Tebo," bebernya.

"Jadi tidak benar kalau ada isu Kecamatan Tebo Ulir dianak tirikan semasa kepemimpinan pak Sukandar. Kalaupun ada sejumlah keinginan masyarkat yang belum terakomodir, itu adalah hal yang wajar karena kondisi anggaran Tebo masih terbatas. Dan untuk diketahui pembangunan itu bukan cuma sebatas jalan saja," pungkas Jumawarzi. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement