Friday, 28 October 2016

author photo
Ilustrasi Sumber Internet 
PORTALTEBO.com - Pilkada serentak Tahun 2017 yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017 mendatang mendapatkan perhatian penuh dan maksimal seluruh elemen, terutama pihak kepolisian yang secara langsung memiliki peran dan fungsi pengamanan untuk menjaga Pilkada berjalan sukses, aman dan lancar.

Hampir diseluruh daerah yang melaksanakan Pilkada, pihak kepolisian telah membentuk tim pengamanan. Seperti dikutip dari situs detik.com bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menginstruksikan kepada jajarannya untuk memantau media sosial selama Pilkada DKI. Iriawan memerintahkan kepada jajaran untuk menangkap penyebar provokasi.

"Kalau sudah parah tidak hanya dibina tapi tegakan hukum supaya jadi pembelajaran. Contoh berita hoax Kapolri itu ramai dan sudah tertangkap," tegas Irjen Iriawan dalam silaturahmi Kapolda Metro Jaya dengan parpol dan Timses Cagub dan Cawagub DKI di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Polda Metro Jaya juga membentuk tim patroli di dunia maya untuk mengawasi akun-akun media sosial selama penyelenggaraan Pilkada DKI. Segala bentuk provokasi di medsos berkaitan dengab Pilkada DKI akan ditindak tegas.

"Atas perintah Kapolda, kami telah membentuk patroli cyber khusus Pilkada untuk menjaga marwah demokrasi," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran.

Fadil mengatakan, tim khusus ini memiliki kompetensi dalam bidang IT dan tidak perlu diragukan lagi keahliannya. Fadil mencontohkan dalam kasus videotron porno, pihaknya berhasil menangkap pelakunya selama 1x24 jam.

"Saya ingin mengunbau timses juga untuk menjaga marwah demokrasi, semua punya hak menyampaikan pendapat termasuk melalui medsos. Mari kita bersama sama menjaga marwah demokrasi di dunia maya," jelas Fadil.

Sementara Tim Media Pemenangan Ahok-Djarot, Wibi Andrino berharap tim cyber Polda Metro Jaya lebih proaktif dalam mengawasi medsos terkait Pilkada DKI. Timnya sendiri memikiki tim khusus untuk mengawasi medsos yang berpotensi melakukan black campaign hingga provokasi.

"Bila ada potensi harus kita laporkan dan tidak dilanjuti. Jadi tidak hanya di darat tapi melalui media, karena itu sangat berbahaya karwna sistematis, terukur dan masif," ungkap Wibi.

Sementara tim media pasangan calon Anies-Uno, Naufal Firman mendukung Pilkada aman baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Sumber detik.com 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement