Saturday, 17 September 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Permasalahan bagi hasil panen TBS  sawit PT Persada Alam Hijau (PAH), yang sampai saat ini belum bisa dinikmati oleh ratusan petani yang bermitra dengan PT PAH atau PT Goll  Jelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, diduga mentok di Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Tebo. Pasalnya kendati usia tanam sawit sudah berumur rata- rata 7 tahun dan menurut perjanjian awal seharusnya sudah melaksanakan pembagian hasil, ketika kelapa sawit berusia 4,1 tahun (49 bulan) rupanya masih dalam proses di Disbun Tebo.

Seperti yang diungkapkan oleh Saudara Butarbutar, Manager PT PAH saat membacakan janji pihak perusahaan diihadapan ratusan petani yang sebelumnya melalui perdebatan yang cukup alot dengan koordinator aksi, Rabu  (4/9/2016) 19.30 Wib, di kantor  kebun PT PAH.

"Kepastian jadwal pembagian hasil akan disampaikan kepada seluruh petani paling lambat tanggal 10 Oktober 2016, atau tiga minggu kedepan. Saat ini masih menunggu pemaparan dari Disbun Tebo," ujarnya.

Lanjut dia, pihak perusahaan sudah berupaya semaksimal mungkin agar pembagian hasil ini bisa segera  terealisasi.

"Pengajuan permohonan penilaian kebun sudah kami sampaikan ke Disbun sejak lama. Yang  bisa memberikan kepastian jadwal pembagian hasil tersebut adalah Disbun Tebo, bukan kami,"  jelasnya.

Kemudian katanya lagi, sebagai mana tuntutan petani, kami akan memberikan  seluruh laporan keuangan yang berkaitan dengan kemitraan antara PT PAH dan KUD OGMI kepada petani. Sejak awal PT PAH berdiri paling lambat bukan Januari 2017.

Hardani, salah satu petani mengatakan menerima janji PT PAH tersebut. Meski janji seperti itu sudah dilakukan berulang-ulang  sejak tahun 2012 silam yang sampai saat ini tidak ada realisasinya.

"Kami terima janji pihak perusahaan dengan catatan apabila kali ini masih diingkari, kami akan menghentikan seluruh aktifitas PT PAH dengan jumlah masa yang lebih banyak. Kami akan hadirkan seluruh petani termasuk 350 orang janda- janda tua yang tergabung dalam KUD OGMI, dan juga pemuda kelurahan Sungai Bengkal," ancamnya.

"Jika janji kali ini masih molor juga, dipastikan kami juga akan  mendesak pemerintah untuk segera mencabut izin PT.PAH, karena keberadaanya menimbulkan banyak mudharat ketimbang mamfaat. Tentunya untuk mendesak pemerintah, kami punya cara tersendiri," tuntasnya.

Diketahui, berdasarkan pertemuan yang dihadiri perwakilan petani, Pengurus KUD OGMI, Manajemen PT PAH, Disperindagkop, Disbun, Polres Tebo dan Bupati tebo pada Jum'at (16/05/2014) 2 tahun silam, dimana secara aklamasi pihak perusahaan PT PAH  berjanji akan melakukan pekerjaan pemasangan tanda batas (patok) sekaligus mempeta rincikan masing-masing nama pemilik lahan koperasi paling lambat akhir juni 2014. Sementara, dari lahan yang sudah di SK kan oleh Sukandar yang waktu itu menjabat sebagai Bupati Tebo, bagi hasil yang diterima oleh masing-masing petani sebesar Rp 16 ribu per bulan, dengan alasan pihak PT PAH mengalami kerugian sebesar Rp 1,6 milyar. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement