Monday, 19 September 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Sepertinya, keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Persada Harapan Kahuripan (PHK) atau yang lebih dikenal dengan PT. Makin di Kabupaten Tebo, selalu saja membawa persoalan.

Terbukti, belum tuntas permasalahan terkait laporan karyawan melalui Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), yang melaporkan jika PT PHK melanggar hak karyawan, dan saat ini pun persoalannya Tengah diproses di DPRD Tebo.

Sabtu (17/9/2016) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT.PHK kembali didemo oleh ratusan masa yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Muara Ketalo.

"Ada empat tuntutan kami yaitu, kami meminta PT.PHK mengeluarkan dana Corporate Sosiality Responsibility (CSR) kepada masyarakat setempat, kemudian yang kedua kami minta dalam perekrutan tenaga kerja pihak perusahaan memprioritaskan masyarakat desa Muara Ketalo, selanjutnya masalah limbah pabrik, selain menimbulkan bau yang tidak sedap limbah tersebut juga diduga sudah menyebabkan penyakit. Yang terakhir perusahaan juga harus memperbaiki akses jalan desa," tutur Habibullah, Ketua Karang Taruna Desa Muara Ketalo, Senin (19/9/2016).


"Selama ini, kami menganggap pihak perusahaan tidak berkontribusi terhadap warga sekitar, tenaga kerjanya juga banyak dari luar desa, kemudian limbah yang letaknya sangat dekat dengan pemukiman penduduk, banyak warga yang terkena penyakit seperti batuk, sesak napas dan penyakit kulit. Jalan desa yang sering digunakan warga untuk kekebun juga tidak diperbaiki, padahal mereka (PT.PHK, red) juga menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut TBS sawit. Karena tidak tahan dengan sikap acuh dan tidak peduli PT.Makin terhadap masyarakat makanya kami demo," bebernya.

"Kami akan mengadakan aksi dengan jumlah masa yang lebih besar, jika point- point tuntutan kami tersebut tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan," ancam Habibullah.

Informasi yang dirangkum PORTALTEBO.com, dalam aksi damai tersebut masa bukan hanya melakukan orasi tapi juga sempat memblokir jalan menuju PKS PT.PHK. Akhirnya setelah melakukan perundingan antara Pihak perusahaan dan sejumlah perwakilan masa yang difasilitasi oleh Kabag Ops Polres Tebo, Camat Tebo Ilir, Kapolsek Tebo Ilir dan Danramil 03 Sungai Bengkal dikantor PKS PT.PHK pada sore harinya disepakati bahwa, masalah CSR masyarakat harus mengajukan proposal kepada perusahaan dan selanjutnya pihak perusahaan akan merealisasikan dengan nilai kewajaran menurut PT.PHK dan masyarakat desa Muara ketalo. PKS PT.PHK akan memprioritaskan tenaga kerja dari desa Muara Ketalo sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi perusahaan.

Mengenai limbah akan dilakukan cek ambient pada bulan November 2016 yang akan diberitahukan sebelumnya kepada pihak desa untuk bersama- sama turun kelokasi mengecek ambient tersebut. Kemudian PT.PHK akan melakukan perbaikan jalan sesuai kebutuhan desa.

Selanjutnya, akan diadakan pertemuan kembali 15 hari kedepan tepatnya tanggal 02 Oktober 2016. Yang terakhir, para pihak sepakat untuk menjalankan kesepakatan tersebut, jika para pihak tidak menjalankannya maka dituntut sesuai hukum yang berlaku.

Himawan Susanto, Camat tebo ilir sewaktu dikonfirmasi membenarkan bahwa sudah terjadi aksi damai oleh pemuda desa Muara Ketalo dilokasi PKS PT.Makin pada Sabtu (17/9/2016) kemarin.

"Sudah kita fasilitasi bersama Pak Kabag Ops polres tebo, Kapolsek Tebo Ilir dan Danramil 03 Sungai Bengkal. Pihak perusahaan sudah berjanji untuk memenuhi 4 tuntutan masyarakat tersebut secara tertulis," ujarnya.

"Mudah- mudahan kedepan tidak ada lagi masalah antara masyarakat Desa Muara Ketalo dengan PKS PT.Makin. Saya minta pihak perusahaan untuk menepati janji yang sudah disepakati dan kepada masyarakat saya harap untuk bisa mengerti dengan kondisi dan kemampuan perusahaan," pungkasnya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement