Wednesday, 28 September 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Polisi mensinyalir adanya kelompok yang diduga beraliran radikalisme di wilayah hukum Polres Tebo . Gerakan paham radikal ini berjumlah sekitar 50 KK yang berada di Sungai Salak Kecamatan VII Koto. Kelompok itu pun kini dalam penyelidikan aparat. Hal itu disampaikan oleh AKBP Aman Guntoro Kapolres Tebo saat diskusi dan shering dengan Forum Wartawan Harian Tebo (For WHAT), Rabu (28/9/2016).

Adanya indikasi gerakan tersebut, Kapolres mengaku telah erkoordinasi dengan seluruh pihak untuk mengantisipasi paham ekstrimis kanan itu tidak meluas ke masyarakat Tebo.

"Saya sudah kordinasi dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), MUI hingga kepusat, "kata Kapolres dihadapan sejumlah wartawan.

Dijelaskan Kapolres, saat ini ada beberapa aliran radikalisme di wilayah Tebo. Untuk itu, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan agar ajaran tersebut tidak berkembang. "Dalam waktu dekat ini kita bersama FKUD akan turun ke lokasi," kata dia lagi.

Menurutnya, penyebaran ideologi gerakan kanan tersebut cukup cerdik. Mereka menyebarkan ideologinya ke masyarakat melalui agama. Warga yang terbujuk dengan doktrin mereka, secara suka rela ikut berafilisai dengan kelompok tersebut.

“Ini yang berbahaya, karena mereka mengatasnamakan agama. Ditambah lagi mereka sudah menjual aset atau harta bedanya untuk bisa berkembang di Sungai Salak,” ujarnya.

Maka dari itu, Kapolres berharap masyarakat mampu mengenali dan membaca gerakan atau kelompok yang tidak sesuai dengan falsafah Pancasila. Sehingga ajaran yang dibawa mereka ditolak oleh masyarakat.

Ia juga mengimbau warga agar segera melaporkan ke aparat, apabila menemukan ajaran atau kelompok yang menyimpang dari undang-undang Negara Republik Indonesia. "Kalau ada gerakan radikalisme, silahkan lapor ke kita (Polres Tebo)," tuntasnya. (p08) 



This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement