Wednesday, 14 September 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Ratusan petani yang tergabung dalam KUD Olak Gedong Melako Intan (OGMI) kembali mendatangi lokasi perkebunan PT. Persada Alam Hijau (PAH) yang berlokasi dikelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir, Rabu (14/9./2016).

Saudara Butar- Butar, Menejer Perkebunan PT.PAH yang sahamnya dibeli oleh PT.Golden Plantation (PT.Goll Tbk) akhir tahun 2014 lalu dihadapan ratusan petani mengatakan bahwa, pihak perusahaan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengeluarkan pembagian hasil tersebut.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan pembagian tersebut. Soal bagi hasil tersebut lagi dalam proses di Dinas Perkebunan dan saat ini sudah mengerucut," ujarnya.

Hardani, salah satu petani dalam orasinya meminta pihak PT.PAH untuk segera merealisasikan pembagian hasil tersebut. Hal itu sebagaimana perjanjian awal yang sudah disepakati bersama antara PT.PAH dan KUD OGMI.

"Kami minta perusahaan untuk segera merealisasikan pembagian hasil ini karena usia kelapa sawit ini rata- rata berumur 7 tahun, sedangkan menurut MOU harusnya saat kelapa sawit berumur 4,1 tahun (49 bulan)," tuturnya.

Petani juga meminta pihak perusahaan untuk menyerahkan laporan keuangan secara menyeluruh terkait pengelolaan kelapa sawit PT.PAH semenjak perusahaan berdiri.

"Kami minta seluruh laporan keuangan tentang pengelolaan sawit PT. PAH sejak perusahaan berdiri hari ini," tegas Hardani.

"Kami akan menambah massa dan menduduki PT.PAH sampai tuntutan kami dipenuhi. Dua hari tidak ada keputusan dua hari kami disini," katanya lagi.

Pantauan PORTALTEBO.com, hingga saat ini ratusan petani masih bertahan dilokasi PT.PAH. Informasi yang didapat petani yang lain akan menyusul kelokasi perusahaan.

Diketahui, berdasarkan pertemuan yang dihadiri perwakilan petani, Pengurus KUD OGMI, Manajemen PT PAH, Disperindagkop, Disbun, Polres Tebo dan Bupati tebo pada Jum'at (16/05/2014) 2 tahun silam, dimana secara aklamasi pihak perusahaan PT PAH  berjanji akan melakukan pekerjaan pemasangan tanda batas (patok) sekaligus mempeta rincikan masing-masing nama pemilik lahan koperasi paling lambat akhir juni 2014.

Sementara, dari lahan yang sudah di SK kan oleh Sukandar yang waktu itu menjabat sebagai Bupati Tebo, bagi hasil yang diterima oleh masing-masing petani sebesar Rp 16 ribu per bulan, dengan alasan pihak PT PAH mengalami kerugian sebesar Rp 1,6 milyar. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement