Tuesday, 13 September 2016

author photo
Pembukaan hutan di suatu wilayah sangat mutlak diperlukan dengan bertambahnya populasi penduduk, tapi disisi lain ketika pembukaan hutanya begitu membabi buta berdampak pada alam dan lingkungan yang semakin tidak bersahabat dengan kita, dan berujung bencana.

Di Sumatera misalnya, pembukaan hutan begitu cepat dari tahun ke tahun . Secara umum, Sumatera telah kehilangan 7,5 juta hektare hutan antara 1990 hingga 2010, dan sekitar 2,6 juta hektare di antaranya adalah hutan primer. Sebagian besar hutan yang hilang adalah hutan sekunder yang habis akibat penebangan liar (Republika.co.id).

Pembukaan lahan tersebut biasanya diperuntukan bagi pengembangan usaha pertanian, khususnya di bidang perkebunan. Sementara banyak juga areal setelah pembukaan hutan di biarkan terlantar, yang berujung pada terjadinya konflik – konflik agraria kedepannya.

Sistem dan kepastian hukum masih belum menyentuh keakar permasalahan di bidang Kehutanan, di atas kertas kita  senang dengan tindakan dari pemerintah khusunya dinas Kehutanan tapi dilapangan belum begitu mewakili seperti yang di beritakan. Seandainya kita bisa menjaga hutan kita, banyak spisis endemik hewan yang ada di hutan kita khusunya Sumatra.

Andai ada keseriusan pemerintah dalam mengelola hutan pasti akan ada feedbacknya lagi ke masyarakat sekitar hutan, yang jelas ketika kita bisa mengelola hutan kita dengan baik, hutan bisa jadi tempat wisata dengan  membuat paket Eco Tourism dan banyak hal yang positif yang bisa di buat  yang secara langsung bisa memberi dua keuntungan bagi masyarakat sekitar dan secara tidak langsung hutan juga terjaga dan memberi pendidikan lansung kepada masyarakat agar bisa menjaga hutan dan kelestarianya tampa harus “kucing –kucingan” dengan aparat dari Dinas kehutanan dikarnakan illegal logging ( pembalakan liar ) yang dilakukan masyarakan di wilayah sekitar hutan.

Ada banyak manfaat ketika kita bisa memanfaatkan hutan kita, apalagi hutan kita adalah  Hutan Tropis yang ada dan kemungkinan menjadi Hutan Tropis Primer  terakhir di muka bumi, dan sebenarnya Hutan itu bukan warisan dari nenek moyang kita, tapi pinjaman dari anak cucu kita.

Penulis : Boy Nasution

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement