Thursday, 29 September 2016

author photo
Ilustrasi Sumber Internet 
PORTALTEBO.com - Seperti kita ketahui bahwa pada Pilkada DKI Jakarta 2017 para calon diperbolehkan berkampanye melalui media sosial selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Sama halnya nanti di Kabupaten Tebo para calon juga di perbolehkan melakukan hal yang sama dengan ketentuan dan aturan KPU.

Ketua KPU Tebo melalui Komisionernya Ahdiyenti menggatakan bahwa untuk aturan terkait kampanye di media sosial maupun aturan lainnya yang berkenaan dengan Pilkada 2017 saat ini masih di susun Juklak dan Juknisnya.

"Saat ini kita masih menyusun Juklak Juknisnya, nanti semua aturan akam kita sosialisasikan,"terang Ahdiyenti.

Saa ini dapat dilihat bahwa ada tiga ketentuan atau aturan yang diberlakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI terkait kampanye di media sosial, hal ini seperti di lansir Kompas.com, pertama, akun media sosial pasangan calon harus didaftarkan ke KPU DKI paling lambat satu hari sebelum masa kampanye.

Sedangkan yang Kedua pasangan calon harus mengisi formulir yang disiapkan KPU DKI terkait akun media sosial yang digunakan. Formulir yang harus diisi itu bernama BC4 KWK (Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah). Dimana dalam hal ini nama Akun yang digunakan harus disebutkan, mulai dari alamatnya, jumlahnya dan hal-hal lainnya.

Sedangkan yang Ketiga bahwa setiap pasangan calon yang berkampanye lewat media sosial tidak boleh menyebarkan isu SARA atau membangkitkan sentimen rasial. Dimana pada aturan ini calon tidak boleh mengkampanyekan hal-hal yang bersifat menyerang, menghasut, fitnah, dan menghina kelompok lain, dan menebarkan fitnah, termasuk juga SARA.

Tidak hanya itu, pada Kompas.com juga di bahas sevara detail oleh Sumarno Ketua KPU DKI tentang relawan dunia maya atau buzzer yang melakukan serangan berupa isu SARA, untuk penindakan terhadap relawan ini di luar kewenangan KPUD. KPUD dalam hal ini hanya melaksanakan sanksi yang ditetapkan Bawaslu apabila ada pelanggaran yang dilakukan tim kampanye resmi pasangan calon. Namun untuk UU ITE pihak kepolisian yang akan bertindak apabila ada simpatisan di luar tim kampanye resmi yang menyebarkan isu SARA atau menghasut. Berita ini selengkapnya dapat dilihat di Kompas.com.(tim) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement