Thursday, 8 September 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tebo Jamrizal menegaskan bahwa seluruh travel haji yang ada di Kabupaten Tebo adalah travel liar. Hal ini dikatakannya karena tidak satupun travel haji yang terdaftar di Kementerian Agama Tebo.

"Satupun tidak ada yang terdaftar di Kemenag Tebo. Apabila tidak terdaftar di Kabupaten Tebo maka travel Haji tersebut dapat dikatakan Travel Haji liar,"tegas Jamrizal.

Tidak hanya itu, Jamrizal juga menegaskan bahwa travel yang ada di Tebo saat ini semuanya adalah perwakilan dari pusat, dan berstatus legal. Hanya saja meskipun legal tapi tidak pernah koordinasi dengan Kementerian Agama Tebo dalam pemberangkatan CJH.

"Yang ada di Tebo ini memang perwakilan dari pusat, dan di Jakarta itu memang Legal. Tapi seharusnya travel itu koordinasi tentang kegiatannya termasuk koordinasi tentang pemberangkatan CJH, tapi ini satu pun tidak ada,"bebernya.

Diberitakan sebelumnya bahwa akibat menggunakan jasa Travel liar, satu Calon Jama'ah Haji (CJH) asal Kabupaten Tebo menjadi korban paspor palsu atau paspor Filipina. Sayangnya hingga saat ini pihak Kementerian Agama Tebo belum mengetahui identitas korban.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tebo Jamrizal dikonfirmasi mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi satu CJH asal Tebo menjadi korban. Korban inipun merupakan salah satu dari dua CJH di Jambi yang menjadi korban paspor palsu tersebut.

"Identitasnya saya kurang tahu, sebab travel yang memberangkatkannya tidak koordinasi dengan Kemenag, ada satu informasinya yang jadi korban paspor palsu itu,”terang Jamrizal.

Dikatakannya lagi,"CJH yang berpaspor palsu itu adalah CJH ONH Plus, dan menggunakan jasa travel liar,"imbuhnya.

Seperti diberitakan sejumlah situs nasional bahwa Yasonna H Laoly Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia menyatakan sekitar 700 warga negara Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji di Arab Saudi dengan menggunakan paspor Filipina. Dimana menurutnya hal tersebut terjadi karena mereka nekat menunaikan ibadah haji melalui jalur ilegal karena keterbatasan kuota haji di Indonesia, sedangkan kuota haji di Filipina banyak yang tidak terpakai. Akibatnya, sejumlah biro perjalanan nakal memanfaatkan kondisi ini untuk mengambil keuntungan.

Ratusan CJH asal Indonesia yang menggunakan paspor palsu tersebut ditegaskannya juga adalah merupakan korban mafia yang juga disebabkan keterbatasan kuota haji Indonesia. Namun meskipun demikian Pemerintah Republik Indonesia telah mengirimkan tim Imigrasi ke Filipina untuk mengatur pemulangan warga Indonesia yang menjadi korban tersebut.(p09)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement