Friday, 16 September 2016

author photo
PORTALTEBO.com- Keberadaan gajah liar yang beberapa hari terkahir meresahkan masyarakat Kecamatan Sumay dan Tebo Ulu sudah terpantau keberadaannya oleh pihak BKSDA Jambi, namun untuk memindahkan gajah tersebut diakui oleh BKSDA Jambi belum bisa untuk dilakukan, hal ini tidak terlepas dari biaya yang cukup besar untuk proses pemindahan gajah.

"BKSDA Jambi sudah berencana untuk memindahkan gajah tersebut ke daerah PT Reki di daerah sarolangun, dan untuk pemindahannya membutuhkan dana mencapai tiga ratus juta rupiah lebih, karena dana yang belum mencukupi, sehingga pemindahan gajah tersebut urung untuk dilakukan," jelas Ir. Syahimin, kepala BKSDA Jambi, saat acara penyerahan tengkorak gajah dari Kejari Tebo ke BKSDA Jambi di pelataran kantor Kejari Tebo, Kamis (15/09/2016).

Saat ditanya, bagaimana jika sewaktu-waktu gajah tersebut menimbulkan konflik dengan manusia, pihak BKSDA Jambi membeberkan bahwa mereka telah membentuk tim untuk selalu mengawasi pergerakan gajah tersebut.

"Telah dibentuk tim yang bertugas untuk mengawasi keberadaan gajah tersebut, jikalau sewaktu-waktu ada konflik dengan masyarakat, kami bisa cepat bertindak," bebernya.

Seterusnya, Ir. Syahimin menambahkan bahwa selain di daerah Tebo Ulu, BKSDA Jambi juga menerima laporan adanya gajah liar di Kecamatan Tabir, namun hingga kini keberadaannya tidak terpantau.

"Kami juga mendapat informasi di daerah Muara Tabir ada gajah yang berkeliaran, namun setelah tim kami turun kelapangan, gajah itu tidak ditemukan, sementara gajah yang berada di Kecamatan Tebo Ulu, pantauan terakhir berada di daerah Teluk Kuali," pungkasnya.(p03)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement