Sunday, 11 September 2016

author photo
Ilustrasi/Net 
PORTALTEBO.com - Kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Tebo yang masih bergantung dengan komoditas hasil pertanian dan perkebunan tampaknya sangat berpengaruh terhadap minat pemotongan hewan qur'ban. Pasalnya beberapa harga hasil pertanian dan perkebunan mengalami keanjlokan.

Rendahnya pendapatan para petani dan pekebun di Kabupaten Tebo ini ternyata juga mempengaruhi daya beli, sehingga pelaku bisnis dagangan juga ikut mengalami dampak. Seperti diungkapkan salah peternak di Kabupaten Tebo, Bujang.

"Sejak harga karet turun, dan sawit kurang stabil, ditambah lagi sering trek itu, penjualan kita menurun, sebab masyarakat cenderung kepada kebutuhan mendasar saja,"keluhnya pada PORTALTEBO.com.

Turunnya tingkat pemotongan hewan Qurban inipun diakui oleh Pemerintah Kabupaten Tebo, dimana menurut Kepala Bidang Peternakan Purnomo Dinas Peternakan dan Perikanan mengatakan jumlah hewan kurban baik sapi maupun kambing yang akan disembelih masyarakat pada Idul Adha 1437 Hijriah di Kabupaten Tebo menurun dibanding tahun lalu.

“Qurban tahun ini sekitar 19% alami penurunan, tapi kita Pemerintah tetao melakukan, dan sebenarnya stok di pasaran kondisinya tetap normal,”imbuhnya.

Sementara itu pantauan harian ini di sejumlah tempat, salah satunya Tebo Ilir di Kelurahan Sungai Bengkal yang biasanya mencapai delapan ekor lebih, pada tahun ini hanya akan menyembelih sekitar enam hewan qurban jenis kerbau dan sapi saja. Bahkan disejumlah dusun lainnya, ada beberapa dusun yang biasanya melakukan qurban justru tahun ini tidak melakukan Qurban, namun mayoritas untuk mengisi hari Idul Adha tersebut warga akan melakukan kegiatan lomba tradisional untuk anak anak dan remaja.(p09) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement