Monday, 19 September 2016

author photo
Petani yang tergabung dalam KUD OGMI saat aksi di PT PAH 
PORTALTEBO.com - Akhir- akhir ini kinerja Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Tebo terus disorot. Pasalnya, permasalahan perkebunan di Kabupaten Tebo terkesan tidak pernah selesai.  Salah satunya masalah pembagian hasil terhadap petani PT Persada Alam Hijau (PAH) Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir yang sudah ditangani Disbun Tebo sejak tahun 2012 silam, hingga saat ini tak kunjung selesai. Padahal, sesuai perjanjian awal yang dipegang oleh petani yang tergabung dalam KUD Olak Gedong Melako Intan (OGMI) sebagai mitra perusahaan, seharusnya petani sudah menikmati hasil panen saat kelapa sawit berusia 4,1 tahun (49 bulan).

"Nyatanya kendati kelapa sawit sudah berusia rata- rata 7 tahun petani belum juga menikmati hasilnya," kata Nuryamin, anggota DPRD Tebo dari fraksi PAN sewaktu dikonfirmasi PORTALTEBO.com.

Sepengetahuan dia, konflik antara PT.PAH dengan masyarakat ini sudah ditangani Disbun Tebo sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, lanjutnya, sebelum dirinya menjadi anggota DPRD Tebo masalah ini sudah ditangani Disbun.

"Yang jadi pertanyaan saya, bagaimana cara kerja Disbun Tebo itu sebenarnya. Masa selama ini tidak selesai- selesai. Atau jangan- jangan ada oknum Disbun yang main mata dengan perusahaan sehingga permasalahan ini terus diulur dengan tujuan menguntungkan salah satu pihak," tuding Nuryamin.

"Ini tahun politik, sudah mendekati Pilkada Tebo. Kami tidak mau lagi mendengar ada ancaman Golput dari petani hanya gara- gara kelalaian Disbun seperti sebelum Pilgub tahun lalu," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya PT.PAH belum bisa merealisasikan pembagian hasil karena beralasan  prosesnya masih ditangani Disbun.

"Kepastian jadwal pembagian hasil akan disampaikan kepada seluruh petani paling lambat tanggal 10 Oktober 2016. Saat ini masih menunggu pemaparan dari disbun tebo," ujarnya Saudara Butar Butar, manager PT.PAH saat membacakan hasil kesepakatan dihadapan ratusan petani dihalaman kantor PT.PAH, Rabu malam (14/9/2016).

Lanjutnya, kami dari pihak perusahaan sudah berupaya semaksimal mungkin agar pembagian hasil ini bisa segera  terealisasi.

"Pengajuan permohonan penilaian kebun sudah kami sampaikan ke Disbun sejak lama. Yang  bisa memberikan kepastian jadwal pembagian hasil tersebut adalah Disbun tebo, bukan kami,"  jelasnya.

Kemudian katanya lagi, sebagai mana tuntutan petani, kami akan memberikan  seluruh laporan keuangan yang berkaitan dengan kemitraan antara PT.PAH dan KUD OGMI sejak perusahaan berdiri dikelurahan sungai bengkal kepada petani sejak awal PT.PAH berdiri paling lambat bulan januari 2017.

Sementara Hardani, salah satu petani dalam orasinya mengatakan menerima janji PT.PAH tersebut meski janji seperti itu sudah dilakukan berulang- ulang  sejak tahun 2012 silam yang sampai saat ini tidak ada realisasinya.

"Kami terima janji pihak perusahaan dengan catatan apabila kali ini masih diingkari ,kami akan menghentikan seluruh aktifitas  PT.PAH  dengan jumlah masa yang lebih banyak. Kami akan hadirkan seluruh petani termasuk 350 orang janda- janda tua yang tergabung  dalam KUD OGMI, dan juga pemuda kelurahan sungai bengkal," ancamnya.

"Jika janji kali ini masih molor juga, dipastikan kami juga akan  mendesak pemerintah untuk segera mencabut izin PT.PAH, karena keberadaanya menimbulkan banyak mudharat ketimbang mamfaat. Tentunya untuk mendesak pemerintah, kami sudah  punya cara tersendiri," katanya lagi. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement