Friday, 30 September 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Adanya keluhan warga perumahan Griya Alam Putri Km. 4 jalan lintas Tebo Bungo, Kecamatan Tebo Tengah, terkait pelayanan air bersih, mendapat tanggapan dari Budi Irawan Direktur PDAM Tirta Muaro Kabupaten Tebo.

Budi menegaskan, dalam melaksanakan tugas (pelayanan publik), pihak PDAM tidak tebang pilih atau pilih kasih. "Semua kita layani dan kita perlakukan sama. Tidak dibeda-bedakan, "ujar Budi pada PORTALTEBO.com di ruang kantornya, Jum'at (30/9/2016).

Terkait persoalan jaringan air bersih di perumahan Griya Alam Putri yang dikeluhkan warga, jelas Budi, itu adalah tanggung jawab developer atau pihak perumahan. Meski demikian, dia mengaku sudah memberikan solusi terkait persoalan tersebut.

"Kita sudah beberapa kali bertemu dengan developernya. Sudah kita beri solusi. Tapi belum ada respon," kata dia.

"Kita juga sudah hitung RAB nya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 70 juta. Kemudian kita kaji dan pertimbangkan lagi, hasilnya pihak developer hanya dikenakan biaya upah kerja sekitar Rp 17 juta. Kalau pipanya kita sudah ada, "jelas Budi lagi.

Untuk itu, Budi minta kepada pihak developer agar bekerjasama dengan PDAM untuk memberikan pelayanan air bersih ke warga perumahan Griya Alam Putri. "Kita siap bantu. Kita juga sudah sangat toleransi. Intinya, kita membeda-bedakan dalam memberi pelayanan, "tuntas Budi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga yang tinggal di Perumahan Griya Alam Putri, tepatnya di Km. 4 jalan lintas Tebo Bungo, Kecamatan Tebo Tengah, minta pihak PDAM untuk memasang jaring air bersih di rumah mereka.

"Alasan pihak PDAM kita tinggal di perumahan, jadi mereka tidak bisa menyambung jaring air bersih kesini (perumahan), karena yang bertanggung jawab atas air bersih adalah developernya, "keluh Bobi warga perumahan Griya Alam Putri, menjelaskan keterangan dari pihak PDAM Tebo.

Yang dikesalkan Robi, pihak developer telah menyediakan dua titik sumur bor. Namun, kondisi airnya Keruh dan berminyak.

"Warga disini rata-rata membuat sumur galian. Tapi hanya beberapa warga saja yang air sumurnya bersih. Selebihnya Keruh dan berminyak seperti air sumur bor yang disediakan oleh developer," jelas Bobi.

Hal yang sama juga dikatakan Wahyuni. Sebagai ibu rumah tangga, dia terpaksa membeli air untuk kebutuhan memasak. "Air dari sumur bor Keruh dan berminyak, air dari sumur galian juga seperti itu. Jadi terpaksa beli air untuk masak," keluhnya.

"Kalu untuk cuci piring dan pakaian, saya mengunakan air sumur galian. Tapi hasilnya, pakaian putih jadi abu-abu. Tampak seperti kotor dan kumal saja, "keluhnya.

Untuk itu, dia minta kepada pihak PDAM agar segera membuat jaringan air bersih kerumahnya. "Sudah sangat resah dengan kondisi air seperti ini (Keruh dan berminyak). Kalau tuk cuci piring dan baju harus beli air juga, ya dari mana duitnya, "keluhnya lagi mengakhiri. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement