Monday, 1 August 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Terkait puluhan Kepala Keluarga (KK) atau petani Suku Anak Dalam (SAD) Tebo yang berada di Sungai Dahan Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir, saat ini tidak bisa menanam padi. Langsung ditanggapi oleh Hj. Saniatul Lativa Anggota DPR RI.

Menurut dia, salah satu solusi agar petani SAD tetap bisa membersihkan lahan dan bertanam padi, harus dibantu dengan handtractor. "Kalau dibakar kan ndak boleh lagi, jadi lahanya bisa dibersihkan dengan handtractor," ujar Saniatul Lativa saat dikonfirmasi PORTALTEBO.com, Senin (1/8/2016).

Dikatakannya, saat ini sudah ada bantuan beberapa unit handtractor untuk Provinsi Jambi. Handtractor itu nantinya akan diperuntukan untuk kabupaten dan kota yang membutuhkan.

"Nanti akan kita bantu handtractor kesana (Petani SAD) agar mereka bisa membersihkan lahanya. Jadi tidak ada lagi alasan tidak bisa menanam padi gara lahan tidak bisa dibersihkan, "kata dia.

Untuk diketahui, puluhan petani SAD Sungai Dahan, Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, tidak bisa menanam padi. Pasalnya, mereka takut dengan larangan yang tidak membolehkan membuka lahan dengan cara dibakar.

"Katonyo ndak boleh lagi dibakar. Kalo ndak boleh, yo mano biso kami tanam padi," kata Temenggung Apung pimpinan SAD Sungai Dahan kepada PORTALTEBO.com.

Hal itu dibenarkan oleh Ahmad Firdaus, salah satu pendamping SAD di Tebo. Dijelaskannya, sudah beberapa petani ini warga SAD sudah mulai hidup dengan bercocok tanam. Dan sudah dua tahun berturut-turut ini mereka (warga (SAD) menanam padi ladang.

Namun, lanjut dia, akhir tahun 2016 ini, mereka tidak bisa menanam padi. Pasalnya, ladang yang biasa tempat mereka menanam padi sudah dipenuhi belukar.

"Mereka hanya bisa membersihkan belukar itu dengan dibakar. Tapi baru dibakar sedikit saja sudah banyak aparat yang datang dan melarang," kata dia.

Diakui Fir sapaan Ahmad Firdaus, sudah menjadi kebiasaan petani SAD membersihkan lahan mereka dengan cara dibakar. Selain ringkas dan tidak banyak menghabiskan biaya, menurut dia, sisa pembakaran bisa bermanfaat untuk pupuk tanaman.

"Kalau dibersihkan dengan cara dibakar, kerjanya ringkas dan cepat. Sisa pembakaran juga bisa langsung jadi pupuk. Dan mereka sudah terbiasa dengan cara itu, "ujar Fir.

Untuk itu, Fir minta kepada Pemkab Tebo untuk mencari solusinya, agar petani SAD bisa tetap menanam padi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. "Untuk merubah kebiasaan mereka (petani SAD) harus ada solusinya. Tidak bisa hanya dengan dularang-larang saja, "tuntasnya. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement