Monday, 22 August 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Sesuai rencana, Lembaga Pemantau dan Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) Provinsi Jambi bekerjasama dengan Perkumpulan Pelita Kita (Peta) Kabupaten Tebo, Minggu (21/8/2016), laksanakan kegiatan penanaman seribu batang pohon di lokasi pemukiman Suku Anak Dalam (SAD) Sungai Dahan, Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah, Tebo.

Penanaman seribu batang pohon yang melibatkan seluruh warga SAD dan warga sekitar pemukiman SAD ini, dihadiri langsung oleh Tri Joko Ketua DPD LP2LH Provinsi Jambi beserta rombongan, Ahmad Firdaus perwakilan dari PETA Tebo, Harmain Sekda Tebo, Nazar Efendi Kepala Bappeda Tebo, Hendri Nora Kabid Ekbang Sekda Tebo, Temenggung dan seluruh warga SAD, dan warga sekitar pemukiman SAD.

Tri Joko Ketua DPD LP2LH Provinsi Jambi, tanaman atau pohon merupakan salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat terutama SAD. Saat ini pun pihaknya tengah mengembangkan program dan strategi penyelamatan lingkungan atau hutan dengan cara melibatkan masyarakat dan SAD.

“Program tanam seribu pohon ini agar masyarakat dan SAD ikut menjaga dan melestarikan hutan. Baik dari penambahan maupun dari pembakaran hutan atau lahan, "ujar Joko pada PORTALTEBO.com, Minggu (21/8/2016).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ahmad Firdaus pengurus sekaligus pendiri Peta. Dijelaskannya, saat ini kondisi pemukiman SAD sangat gersang. Kondisi ini, menurut dia, telah membuat kehidupan masyarakat terutama warga SAD sangat sulit karena mereka (SAD) sangat jauh dari kehidupan hutan.

"Nereka (SAD) masih belajar untuk bisa mengikuti tata cara hidup seperti kita diluar tanpa meninggalkan adat dan tradisi (kehidupan di hutan atau alam), "kata Firdaus.

“Jadi, secara bertahap kehidupan SAD dan warga sekitar diupayakan bisa harmoni dengan alamnya diupayakan kembali pulih seperti sedia kala dan menjadi bagian dari program penyelamatan lingkungan,” jelasnya.

Untuk diketahui, kata Firdaus, ada sekitar 79 KK warga SAD yang bermukim di Sungai Dahan, Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir. Dari 79 KK tersebut dikepalai oleh 4 orang Temenggung Lidah Pembangun dan Temenggung Kecik (Maraman) dari kelompok Kejasung, serta Temenggung Apung dan Temenggung Tupak Besak. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement