Monday, 22 August 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Dua dari 4 pelaku pemerkosa Melati (9) yakni R dan D siswa SMP di Kecamatan Tebo Ilir, mengaku ikut melakukan perbuatan yang merusak masa depan Melati karena diancam oleh A (16), siswa SMAN di Tebo yang merupakan pelaku utama pemerkosaan bocah malang yang masih duduk dibangku kelas 3 sekolah dasar tersebut.

"Kedua pelaku, R (14) dan D (13) mengaku ikut melakukan pencabulan terhadap bunga karena sebelumnya diancam dipukuli oleh A, pelaku yang pertama pemerkosa bunga," ungkap IY Kepsek dimana Melati sekolah saat dikonfirmasi.

"Kalau tidak mau melakukannya kami diancam akan dipukuli oleh A," ujar IY menirukan ucapan siswanya tersebut.

Ia menjelaskan, bukan hanya pelaku R dan D yang berstatus sebagai anak didiknya, tapi juga Melati juga bersekolah di sekolah yang dia pimpin.

"Korban dan dua pelaku adalah murid saya. Kalau A adalah siswa SMAN dan DV (12), siswa SD yang diketahui sudah tidak berada dirumah alias kabur sejak permasalahan ini dilaporkan kepihak kepolisian oleh orang tua korban,"katanya lagi.

Dirinya menambahkan, Untuk pelaku R dan D hingga saat ini masih sekolah seperti biasanya. Begitu juga korban meski sekarang ditemani oleh ibunya karena mungkin masih trauma.

Menurut kepsek, didalam kasus ini yang jadi korban bukan hanya Melati, tapi juga R dan D karena mereka melakukan perbuatan cabul tersebut dibawah ancaman A.

Hal ini juga diakui oleh Melati. Dia mengatakan yang pertama melakukannya adalah A, sedangkan ketiga pelaku lainnya melakukannya karena dipaksa oleh A.

"Yang pertama gituin saya adalah bang A yang disertai ancaman akan dibunuh, sedangkan R, D dan DV juga dipaksa dan diancam akan dipukuli oleh bang A supaya ikut gituin saya,"cerita Melati yang didampingi kedua orang tuanya.

"Kejadiannya dibelakang rumah mamak Febi (Siti Rasia Harahap, tidak jauh dari rumah korban,red).Yang lama dan terasa sangat sakit itu adalah saat bang A pertama kali gituin saya, sampai ada lendir dan bercak darahnya, sedangkan 3 pelaku lainnya hanya nempel sebentar saja,"tuturnya lagi dengan polos.

"Sedangkan yang mengulangi gituin saya adalah DV, sampai 6 kali gituin saya ditempat dan waktu yang berbeda. DV bilang kalau saya tidak mau saya tidak akan punya teman lagi,"katanya lagi.

Bripka Diansyah, PS Kanit PPA Polres Tebo sewaktu dikonfirmasi, Minggu (21/8/2016) mengatakan bahwa pihak Polres Tebo sudah memanggil dua orang yang diduga pelaku pemerkosaan yaitu R dan D, sedangkan dua orang lainnya yakni A dan DV tidak datang ketika dipanggil.

"Kemarin kita juga sudah kroscek ke TKP, tapi untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke pak kasat saja,"ujarnya.

Sementara Kasat reskrim polres tebo, AKP. Sahlan sampai berita ini dikirim belum berhasil dimintai tanggapannya.

"Besok saja ya, soal perkembangan terakhirnya nanti akan kita cek dulu dikantor sudah sejauh mana,"ucapnya singkat sembari menutup telpon.

Seperti diberitakan sejumlah media sebelumnya, RM orang tua Melati merasa curiga melihat ada kelainan pada kemaluan anaknya pada waktu lagi mandi.

"Lobang anunya Melati kelihatan makin besar dan ada benjolan, lantas setelah saya bujuk pada malam harinya akhirnya dia menceritakan semuanya, selanjutnya karena merasa tidak senang keesokan harinya tepatnya tanggal  13 juli 2016  kejadian ini saya laporkan kemapolsek tebo ilir dengan nomor: LP/B-/31/VII/2016/Res tebo/sektor tebo ilir (Sebulan yang lalu)"ujarnya.

"Semua pelaku semuanya masih tetangga saya. Yang paling menyakitkan adalah sikap orang tua A, bukannya merasa bersalah dan minta maaf atas perlakuan anaknya, dia malah menghina dan mengatakan mana mungkin polisi mau menanggapi laporan orang miskin seperti kami, mereka juga menantang dan mengaku punya beking kuat dipolres tebo,"tukasnya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement